Tokyo Electric Power Company (TEPCO) di Jepang mengumumkan penangguhan operasional reaktor nuklir yang baru saja diaktifkan kembali. Penangguhan ini dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa, Prefektur Niigata, setelah sistem alarm berbunyi secara mendadak.
Insiden yang mengagetkan ini terjadi pada Kamis (22/1) dini hari pukul 00.28 waktu setempat. Menurut TEPCO, alarm tersebut aktif setelah peralatan penggerak batang kendali reaktor No. 6 diduga mengalami masalah. Batang kendali sendiri memiliki fungsi krusial dalam mengatur fisi nuklir reaktor.
Menyikapi situasi tersebut, TEPCO segera menangguhkan pekerjaan penarikan batang kendali dan memulai penyelidikan menyeluruh terhadap insiden di PLTN terbesar di dunia dari segi kapasitas ini.
Reaktor No. 6, yang merupakan bagian dari kompleks dengan tujuh unit, baru saja diaktifkan kembali pada Rabu (21/1) malam, tak lama setelah pukul 19.00 waktu setempat. Peristiwa ini menandai pertama kalinya TEPCO mengoperasikan kembali reaktor nuklir sejak bencana Fukushima pada tahun 2011 silam, sebuah langkah penting dalam kebijakan energi Jepang pasca-Fukushima.
Faktanya, pengaktifan kembali reaktor ini sudah sempat tertunda sehari dari jadwal semula. Penundaan itu juga disebabkan oleh insiden serupa, di mana sistem alarm untuk batang kendali berbunyi saat operasi uji coba.
Meskipun demikian, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang segera memberikan kepastian, menegaskan bahwa kondisi reaktor saat ini stabil dan tidak ada masalah keamanan yang terdeteksi. Pemerintah Prefektur Niigata juga mengonfirmasi bahwa tidak ada tingkat radioaktivitas abnormal yang terdeteksi di sekitar area PLTN tersebut, meredakan kekhawatiran publik terkait insiden ini. TEPCO kini terus berupaya menyelidiki secara mendalam penyebab pasti masalah pada sistem batang kendali ini.
Sumber:
Baca Selengkapnya