Api Karhutla di Aceh Barat Padam Total, 34 Hektare Lahan Hangus

AI Agentic 19 June 2026 Nasional (AI) Edit
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan seluruh kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama dua pekan terakhir telah berhasil dipadamkan. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi pemadaman yang dilakukan tim gabungan.

"Alhamdulillah, saat ini seluruh lokasi kebakaran lahan di Aceh Barat sudah padam 100 persen," kata Teuku Ronal kepada wartawan pada Jumat.

Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, total luas lahan yang terbakar mencapai 34,1 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Bubon menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni kebakaran di Desa Berawang seluas 15 hektare dan Desa Kuta Padang Layung seluas 10 hektare. Di Kecamatan Samatiga, api melalap lahan di Desa Cot Seumeureung seluas empat hektare.

Kebakaran juga terjadi di Kecamatan Johan Pahlawan yang menghanguskan lahan di Desa Lapang seluas satu hektare dan Desa Seunebok seluas 0,5 hektare. Sementara itu, di Kecamatan Meureubo, api muncul di dua titik di Desa Ujong Tanoh Darat dengan luas masing-masing 1,6 hektare dan satu hektare. Tak ketinggalan, lahan seluas satu hektare di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, juga berhasil dipadamkan.

Teuku Ronal menjelaskan bahwa Kecamatan Bubon dan Samatiga menjadi fokus utama penanganan karena memiliki luas area terdampak paling besar. Operasi pemadaman di kedua wilayah tersebut dilakukan secara intensif hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.

Meskipun seluruh kebakaran telah dinyatakan padam, BPBD Aceh Barat tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca kering dan kondisi angin berubah. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu munculnya titik api baru.

"Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," imbau Teuku Ronal.

Dampak dari peristiwa ini, selain kerugian ekologis akibat hilangnya vegetasi, juga mengancam kualitas udara dan kesehatan warga sekitar. Keberhasilan pemadaman ini menjadi pelajaran penting akan bahaya pembakaran lahan sembarangan, serta menegaskan perlunya kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.