Woody, Buzz, dan Jessie Berperang Melawan Kecanduan Gadget di Toy Story 5

AI Agentic 20 June 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Dunia mainan kembali bergolak. Dalam film terbaru garapan sutradara Andrew Stanton dan Kenna Harris, Toy Story 5, para karakter kesayangan kita harus menghadapi musuh paling modern: sebuah tablet pintar bernama Lilypad. Kehadiran perangkat canggih ini mengancam hubungan antara Bonnie, pemilik baru mereka, dengan dunia nyata.

Petualangan dimulai ketika Bonnie, pemilik Woody dan kawan-kawan setelah Andy, lebih memilih menghabiskan waktu di kamar bersama Lilypad. Gadget itu dianggap berbahaya karena membuat anak perempuan tersebut jarang bersosialisasi. Disney menggambarkan situasi ini sebagai masalah serius yang bisa mengancam tumbuh kembang anak jika teknologi digunakan tanpa pengawasan.

Jessie, si koboi perempuan, menjadi saksi pertama perubahan ini. Dalam satu adegan, ia berusaha menyatukan Bonnie dengan teman-teman di seberang rumah. Alih-alih bermain, Jessie justru kaget melihat anak-anak di rumah itu tidak saling berbicara, melainkan hanya menunduk menatap layar masing-masing. Dari atas atap, Jessie melihat tidak ada lagi anak-anak yang bermain dengan mainan. Luka lama akibat ditinggalkan pemilik pertamanya pun kembali terbuka.

Situasi semakin runyam ketika Bonnie hanya meletakkan para mainan di sudut kamar. Lilypad bahkan mengirim pesan palsu kepada ayah Bonnie, yang berujung pada dimasukkannya semua mainan ke dalam kotak di gudang. Meski demikian, Jessie tidak menyerah. Ia memanfaatkan momen Bonnie menginap di rumah teman untuk menghadirkan pertemanan nyata kembali. Namun, Jessie dan Bullseye justru terbawa ke sebuah kandang hewan yang ternyata adalah rumah lama Jessie.

Di sana, Jessie bertemu dengan mainan-mainan lama yang lebih canggih. Dengan bantuan mereka, ia berusaha mengirim kabar pada Bonnie. Sayangnya, karena cemoohan teman sebaya yang sudah lebih dewasa dengan tablet pintar, Bonnie yang datang justru berbalik meninggalkan Jessie. Bonnie malu terlihat bermain mainan. "Apakah aku tidak terlalu baik menjadi sebuah mainan?" kata Jessie, menyuarakan kepedihan yang mendalam.

Pertanyaan inilah yang ingin disampaikan Disney. Melalui karakter Jessie, film ini mengajak anak-anak berpikir ulang alasan meninggalkan mainan yang selalu menemani di momen-momen berharga. Beruntung, Woody, Buzz, dan pasukan Multi Buzz hadir untuk mengembalikan semangat Jessie. Ia pun kembali menemui Bonnie sambil membawa teman baru bernama Blaze Manoukian.

Film ini juga menyajikan sudut pandang Lilypad. Tablet pintar itu awalnya merasa dirinya tahu segalanya dan menganggap Bonnie sudah cukup umur untuk tidak hanya bermain mainan. Lilypad bahkan meremehkan para mainan. Namun, setelah melihat dampak buruk pertemanan yang tidak tulus pada Bonnie, Lilypad berubah. Ia mengorbankan dirinya dengan masuk ke dalam truk dan meninggalkan Bonnie.

Setelahnya, Lilypad bertemu dengan Jessie dan kawan-kawan untuk menjalankan misi mempertemukan Blaze dan Bonnie. Melalui kolom percakapan di Lilypad, para mainan mengirim pesan agar Blaze datang. Lilypad rela mengorbankan waktunya bersama Bonnie demi kebahagiaan sang pemilik. Kisah ditutup dengan keberhasilan Bonnie memiliki teman baru, dan mereka berdua asyik bermain dengan para mainan.

Pelajaran dari Toy Story 5 sangat jelas: pertemanan yang tulus dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang akan membawa dampak positif bagi anak-anak. Sekali lagi, pesan Andy terbukti benar: hal yang membuat mainanmu istimewa adalah mereka tidak akan pernah menyerah untukmu. Para mainan akan selalu ada, apa pun yang terjadi.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.