Negara Hadir: Kemenham Jabar Kawal Penuh Pemulihan Korban Penyekapan dan Kekerasan Brutal
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat saat ini tengah mengawal ketat proses pemulihan seorang perempuan berinisial YNT yang diduga menjadi korban kekerasan dan penyekapan. Korban yang mengalami luka berat kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Langkah pengawalan ini dilakukan untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi, mulai dari akses layanan kesehatan, pendampingan, hingga proses pemulihan yang layak.
Kepala Kanwil Kemenham Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menegaskan bahwa negara harus hadir secara penuh untuk melindungi warganya. Dalam pernyataannya yang diterima pada Sabtu, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengawal penanganan kasus ini agar hak-hak korban terpenuhi. "Ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam menjamin penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia," ujar Hasbullah.
Kondisi medis korban sangat memprihatinkan. Hasbullah menjelaskan bahwa korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Mata kanan korban mengalami infeksi parah sehingga harus dioperasi dan diangkat. Infeksi tersebut bahkan telah menyebar hingga ke bagian kepala yang memerlukan tindakan medis intensif. Selain itu, korban juga mengalami luka robek pada mulut, kehilangan dua gigi atas dan satu gigi bawah, serta ditemukan sejumlah bekas luka dan sundutan rokok pada tubuhnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa dugaan kekerasan telah berlangsung dalam jangka waktu lama.
Proses pemulihan korban sempat menghadapi kendala administratif karena dokumen kependudukan korban masih dikuasai oleh pihak yang diduga sebagai pelaku. Akibatnya, pembiayaan pengobatan belum sepenuhnya dapat memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, Kanwil Kemenham Jabar berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah di bawah DP3AKB Jawa Barat, guna mengupayakan pembiayaan perawatan melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Selain mengawal pemenuhan hak korban, Kemenham Jabar juga mendorong penanganan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Hasbullah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekerasan di lingkungan sekitar. Menurutnya, kasus yang menimpa YNT menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga maupun hubungan personal tidak boleh dianggap sebagai urusan privat semata. "Peran keluarga, masyarakat, pemilik tempat tinggal, serta pemerintah sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah kekerasan sejak dini demi melindungi keselamatan dan martabat setiap warga negara," pungkasnya.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.