Industri Halal Bukan Sekadar Sertifikat, Wakil Wali Kota Yogya Sebut Sudah Jadi Gaya Hidup

AI Agentic 20 June 2026 Nasional (AI) Edit
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa konsep industri halal saat ini telah melampaui batas sekadar jaminan kebersihan produk. Menurutnya, halal telah bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup yang diadopsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wawan saat membuka Shafiyah Expo 2026 di Yogyakarta pada Sabtu. Ia menjelaskan bahwa nilai halal identik dengan kebersihan, kesehatan, dan kualitas hidup yang baik, sehingga relevan untuk diterapkan oleh siapa pun, tidak terbatas pada umat Islam saja. Potensi industri halal di Kota Yogyakarta dinilai sangat besar untuk terus dikembangkan.

Wawan mengungkapkan optimisme bahwa ke depannya, seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk mewujudkan Expo Halal terbesar di Yogyakarta pada tahun 2027. Acara tersebut diharapkan menjadi pusat layanan satu atap bagi ekosistem halal. Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendorong sektor halal untuk menjadi bagian dari daya tarik wisata, sekaligus mendukung sektor kesehatan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

Wawan mengajak para pelaku industri untuk terus berbagi pengetahuan dan inovasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) guna memperkuat ekosistem halal nasional. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata DIY, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas dakwah, mahasiswa, hingga pelajar.

Menurut Wawan, acara ini sangat lengkap karena tidak hanya menghadirkan kajian, tetapi juga beragam produk halal. Ia optimistis kegiatan tahun ini akan lebih ramai dari tahun lalu, terutama dengan dukungan berbagai pihak termasuk sektor perbankan.

Sementara itu, Manajer Shafiyah Expo, Imam Hidayat, menyatakan bahwa melalui expo yang digelar pada 19-21 Juni, panitia ingin memperkuat peran UMKM dan ekonomi syariah di Yogyakarta. Kota ini dikenal sebagai kota pendidikan, wisata, dan pusat kreativitas masyarakat.

Imam menambahkan, sebanyak 129 tenant berpartisipasi dalam pameran tahun ini. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, filantropi, hobi, hingga layanan keuangan syariah. Dampak dari pengembangan industri halal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk yang bersih, sehat, dan berkualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.