Bermain Wayang dan Gamelan, Anak-anak Semarang Dilatih Jauh dari Gawai
Di tengah derasnya arus digital yang kerap membuat anak-anak lekat dengan gawai, sekelompok bocah di Semarang justru asyik memainkan wayang kulit dan gamelan. Mereka adalah peserta pelatihan seni karawitan dan pedalangan di Sanggar Sindhu Laras Bocah yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026.
Pengelola Sindhu Laras Bocah menjelaskan bahwa kegiatan rutin ini bukan sekadar belajar seni. Lebih dari itu, pelatihan ini merupakan upaya nyata untuk melestarikan seni budaya tradisional Jawa. Anak-anak tidak hanya diajarkan memainkan alat musik gamelan, tetapi juga mendapat arahan langsung dari instruktur tentang seni memainkan wayang kulit.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tunas. Melalui aktivitas kreatif, edukatif, dan interaksi sosial di dunia nyata, program ini dirancang untuk memberikan perlindungan bagi anak di ruang digital.
Tujuannya jelas, mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai serta meminimalisir paparan konten negatif dari media sosial. Dengan membiasakan mereka berlatih karawitan dan pedalangan, diharapkan anak-anak memiliki kegiatan positif yang mengasah kreativitas dan memperkuat jati diri budaya mereka.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.