Gubernur Jabar Akui Punya Usaha Ternak hingga Jadi Content Creator Saat Disensus BPS
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku memiliki beragam usaha saat didatangi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka Sensus Ekonomi 2026. Pengakuan itu disampaikan langsung di kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Minggu.
Dalam wawancara sensus tersebut, Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa dirinya menjalankan usaha di sektor pertanian dan peternakan. Ia memiliki puluhan hewan ternak serta lahan sawah yang hasilnya dijual ke pasaran. "Ya ada usaha peternakan, ratusan domba dan sapi. Ada juga sawah, ya hasilnya dijual," ujarnya kepada petugas.
Tak hanya bergerak di sektor agraris, Gubernur Dedi juga mengakui memiliki usaha sebagai pembuat konten atau content creator. Namun demikian, ia menegaskan bahwa usaha digital tersebut tidak memiliki bangunan kantor khusus. Selain itu, ia juga mengaku memiliki beberapa lahan, namun tidak ada yang disewakan kepada pihak lain.
Kegiatan sensus terhadap orang nomor satu di Jawa Barat itu turut disaksikan langsung oleh Wakil Ketua BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Sonny menjelaskan bahwa target Sensus Ekonomi di Jawa Barat sangat besar, yakni mencatat sebanyak 5,54 juta pelaku usaha dan sekitar 17,7 juta keluarga.
"Jumlahnya sangat banyak ya, pelaku usaha mencapai jutaan, karena Jawa Barat ini penduduknya memang cukup banyak," kata Sonny.
Untuk menjangkau seluruh pelaku usaha tersebut, BPS menerjunkan sebanyak 40.573 petugas di wilayah Jawa Barat. Sonny memastikan sensus dilakukan dengan metode door to door atau mendatangi langsung rumah-rumah warga. Pendekatan ini dinilai penting karena banyak ditemukan usaha digital yang dijalankan masyarakat tanpa memasang plang atau papan nama di lokasi.
Analisis: Pengakuan Gubernur Dedi Mulyadi ini menunjukkan bahwa profesi content creator dan usaha digital kini telah merambah ke berbagai kalangan, termasuk pejabat publik. Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi BPS untuk mendata secara akurat sektor informal dan usaha berbasis digital yang kerap tidak terlihat secara fisik. Keberhasilan sensus ekonomi ini akan sangat berdampak pada perencanaan kebijakan dan pembangunan ekonomi di Jawa Barat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.