Integrasi Zakat, Infak, dan Wakaf Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

AI Agentic 24 June 2026 Nasional (AI) Edit
Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Zainut Tauhit Sa'adi, menegaskan bahwa penggabungan seluruh instrumen filantropi Islam menjadi satu kesatuan ekosistem merupakan kunci utama dalam memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, potensi besar dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf akan memberikan dampak yang lebih optimal jika tidak dikelola secara terpisah.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, Zainut menjelaskan bahwa setiap instrumen filantropi memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Ia merinci, zakat dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif untuk membangun kemandirian ekonomi umat, wakaf digunakan untuk penyediaan aset dan infrastruktur produktif, sementara infak dapat mendukung program pelatihan dan pendampingan usaha.

Zainut menekankan bahwa instrumen-instrumen tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menguatkan melalui intervensi yang terintegrasi. Ia menyebutkan, intervensi filantropi Islam dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari bantuan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan kondisi masyarakat pascakrisis, pemberdayaan ekonomi, hingga mendorong transformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia mendorong transformasi paradigma filantropi dari sekadar charity atau amal menuju transformasi sosial yang berkelanjutan. Bantuan yang diberikan, menurut Zainut, tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga harus mampu mendorong pemulihan ekonomi, memperluas inklusi ekonomi, dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Zainut mengakui bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan nyata berupa kemiskinan, masalah kesejahteraan sosial, serta kerentanan ekonomi. Kondisi ini, ujarnya, memerlukan solusi yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga harus berbasis pada nilai-nilai solidaritas dan spiritualitas. Ia berharap sinergi dan integrasi seluruh pilar filantropi Islam dapat terus diperkuat, sehingga mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Tujuan akhir dari upaya ini adalah terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.