Kemenag dan DPR RI Salurkan Bantuan Rp15,4 Miliar untuk Pemulihan Aceh Pascabencana
Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan senilai Rp15,4 miliar untuk pemulihan pascabencana di Aceh. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk merenovasi madrasah, pondok pesantren, hingga memberikan beasiswa kuliah bagi mahasiswa terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag RI, Basnang Said, di Banda Aceh, Rabu. Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari rapat kerja spesifik Komisi VIII DPR RI yang membahas tenaga kependidikan bersama Kantor Wilayah Kemenag Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh. Acara berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh.
Rincian bantuan yang disalurkan melalui Kanwil Kemenag Aceh dan Kemenag kabupaten/kota meliputi Rp1,877 miliar untuk renovasi 24 madrasah swasta, serta Rp100 juta untuk sarana dan prasarana madrasah. Selain itu, dialokasikan Rp660 juta untuk bantuan KIP kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam bagi 100 mahasiswa Aceh. Dana terbesar, yakni Rp12,3 miliar, digunakan untuk pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya yang hilang akibat banjir. Sementara itu, Rp400 juta diberikan kepada empat pesantren di Aceh yang mengalami kerusakan berat dan sedang.
Basnang Said menambahkan bahwa bantuan untuk pesantren dan madrasah terdampak bencana ini baru merupakan tahap awal. Selebihnya, anggaran telah disiapkan dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan datang. Ia menegaskan bahwa ada sejumlah anggaran negara yang dialokasikan khusus untuk rekonstruksi Aceh pascabencana.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan baru MIN 5 Pidie Jaya. Ia mengungkapkan bahwa setelah berkunjung ke lokasi pascabanjir, pihaknya langsung menganggarkan dana tersebut untuk tahun 2026. Ansory juga menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI terus memantau penanganan pascabencana di Sumatra, termasuk Aceh, dengan fokus pada pemulihan pesantren, madrasah, dan fasilitas pendidikan lainnya.
Dampak dari bantuan ini sangat signifikan bagi masyarakat Aceh, terutama para pelajar dan santri yang terdampak bencana. Renovasi madrasah dan pesantren akan memulihkan akses pendidikan yang sempat terputus, sementara beasiswa kuliah memberikan harapan bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi mereka. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memulihkan sektor pendidikan pascabencana secara bertahap dan berkelanjutan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.