Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolres Baru Pengungkap 128 Kg Sabu
Sebanyak 1.121 personel Kepolisian Negara Republik Indonesia dimutasi dalam rangka memperkuat kelembagaan, menyegarkan organisasi, serta mengembangkan karier. Rotasi dan promosi jabatan ini melibatkan perwira tinggi dan perwira menengah. Di antara mereka, nama AKBP Ade Harri Sistriawan mendapat promosi menjadi Kapolres Kotabaru, Polda Kalimantan Selatan. Perwira ini dikenal sebagai pengungkap kasus 128 kilogram sabu-sabu milik jaringan gembong narkoba Fredy Pratama. Promosi tersebut langsung diberikan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Di sisi lain, kasus penganiayaan berat terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, menuai sorotan. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menyatakan kasus tersebut belum bisa disebut sebagai penyiksaan. Lembaga itu merujuk pada definisi dalam Konvensi Anti-Penyiksaan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki kriteria khusus. Pernyataan ini memberikan perspektif baru di tengah desakan publik agar pelaku dijerat dengan pasal penyiksaan.
Dari dunia pers, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memberikan pernyataan terkait hak cipta. Ia menegaskan bahwa karya jurnalistik yang disebarkan untuk tujuan komersial wajib membayar royalti. Kebijakan ini dinilai bakal berdampak besar bagi platform digital dan perusahaan media yang kerap menggunakan konten berita tanpa izin.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi terus bergerak dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. KPK telah melimpahkan berkas perkara tersangka terakhir, Budiman Bayu Prasojo, kepada jaksa penuntut umum. Langkah ini menandai babak baru persidangan dalam kasus yang telah menyeret sejumlah pejabat tinggi tersebut.
Dampak dari rangkaian peristiwa ini cukup signifikan. Mutasi besar-besaran di Polri diharapkan membawa angin segar bagi reformasi internal. Di sisi lain, kepastian hukum bagi korban kekerasan masih menjadi pekerjaan rumah. Sementara kebijakan royalti karya jurnalistik berpotensi mengubah lanskap industri media digital di Indonesia.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.