Belajar Mencintai Sungai Lewat Ciliwung River Adventure

Ihsan Laidi 27 June 2026 Kontribusi Warga Edit
Berita
Di balik kemegahan Jakarta sebagai kota global, banjir masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Dari tahun ke tahun, genangan masih menghantui berbagai kawasan, terutama wilayah pesisir dan permukiman di sepanjang bantaran sungai besar seperti Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Persoalan ini tak lepas dari perilaku sebagian masyarakat. Masih banyak warga yang tinggal di bantaran sungai, sementara sebagian lainnya masih membuang sampah ke aliran sungai.

Kondisi tersebut sudah lama disaksikan Rama (40), relawan Khatulistiwa Rescue Tim. Bahkan, ia menjuluki Sungai Ciliwung sebagai "toserba" atau toko serba ada. "Kalau mau cari apa juga ada di sini. Sepatu, baju, bahkan selimut, kulkas, televisi sampai lemari juga ada di sini," ujar Rama. Menurutnya, banyak orang yang membuang sampah ke sungai tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan maupun potensi banjir yang ditimbulkan. "Yang mereka pikirkan sampah mereka hilang, padahal tidak akan pernah hilang," katanya.

Berbagai langkah terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi risiko banjir. Di masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov menargetkan 20 proyek pengendalian banjir di berbagai wilayah ibu kota rampung pada 2027. Salah satu proyek utama adalah pembangunan dan peningkatan sistem pompa air di 12 titik. Beberapa di antaranya meliputi Pompa Bulak Cabe berkapasitas 24 meter kubik per detik, Pompa Pegangsaan Dua berkapasitas 9 meter kubik per detik, serta Pompa Cilincing KBN berkapasitas 16 meter kubik per detik.

Selain itu, terdapat Pompa Warung Jengkol, Pompa Kampung Sawah Rawa Terate, Pompa Kayu Putih Rawa Terate, Pompa Cempaka Putih, Pompa Cengkareng, Pompa Mangga Raya Greenville, dan Pompa Daan Mogot. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Pemprov juga membangun dan memperbaiki sarana kali serta sungai di sembilan titik, meliputi Saluran Penghubung (PHB) Layar, Kali Cakung Lama, Kali Jatikramat, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Cideng Atas, Kali Sodetan Sekretaris, hingga Waduk Tomang.

Untuk menekan limpasan air hujan, tiga tampungan air baru turut dibangun, yakni Embung Pondok Labu di kawasan Cilandak Marinir, Embung Kebagusan, dan Waduk Sunter Hulu. Normalisasi sungai juga tetap menjadi pekerjaan utama. Tahun ini, terdapat tiga titik prioritas yang dikerjakan secara bertahap, yaitu Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama. Di sisi lain, proyek tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) juga terus dilanjutkan di kawasan Pantai Mutiara, Muara Baru, dan Kali Blencong.

Namun, di balik berbagai pembangunan fisik tersebut, Pemprov DKI menyadari bahwa persoalan banjir tidak akan pernah selesai tanpa keterlibatan masyarakat. Selama masih ada warga yang bermukim di bantaran sungai maupun membuang sampah ke aliran sungai, ancaman banjir akan terus membayangi Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI bersama berbagai dinas dan komunitas menghadirkan wisata edukasi sungai bertajuk Ciliwung River Adventure di Sungai Ciliwung Segmen BNI City, Jakarta Pusat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh Ihsan Laidi . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.