Pemerintah dan Industri Gelar Pelatihan Khusus bagi Korban PHK
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha dan industri untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja, terutama bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja. Salah satu bentuk kerja sama ini adalah penyelenggaraan program pelatihan upskilling dan reskilling yang dirancang khusus untuk para pekerja terdampak PHK serta pencari kerja.
Menurut Yassierli, langkah ini sangat penting untuk membekali tenaga kerja dengan kompetensi baru agar tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus berjalan seiring dengan penguatan hubungan industrial. Tujuannya adalah menciptakan sektor industri yang produktif, tangguh, dan mampu bersaing.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengembangkan sistem lima level maturitas hubungan industrial. Level ini dimulai dari tahap terfragmentasi hingga level tertinggi yang bersifat transformatif. Pada level tertinggi, perusahaan tidak hanya menjalin hubungan harmonis dengan serikat pekerja, tetapi juga berkolaborasi membangun ekosistem industri yang kuat dan berkelanjutan.
Yassierli berharap inisiatif ini dapat menjadi model sinergi antara tiga pilar utama, yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja. Ia juga menginginkan praktik baik ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk menerapkan Hubungan Industrial Pancasila.
Di sisi lain, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto Probo Hartono, menyatakan dukungannya terhadap program pelatihan yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini menyasar 150 pekerja terdampak PHK dan pencari kerja. Kolaborasi antara Sampoerna, kementerian, dan pemerintah daerah ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2025.
Rianto menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja adalah kunci untuk memperkuat hubungan industrial nasional. Pihaknya berharap kerja sama ini bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendukung target Indonesia Emas 2045. Ke depannya, rencananya jumlah peserta pelatihan akan ditingkatkan menjadi 1.130 orang agar semakin banyak tenaga kerja yang mendapatkan peningkatan kompetensi.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.