Pemkab Jayawijaya Siapkan UMKM Adat Go Nasional Lewat Pameran di Makassar
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, tengah gencar memperkuat kompetensi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang berbasis adat. Langkah ini diambil untuk mengangkat produk-produk budaya khas masyarakat adat ke panggung yang lebih luas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Engelbert ChW Sorabut, menjelaskan bahwa program peningkatan kapasitas ini melibatkan langsung masyarakat adat setempat. Pihaknya secara khusus membina para pelaku UMKM yang mayoritas adalah Orang Asli Papua (OAP) di wilayah tersebut. Mereka memproduksi berbagai ornamen budaya khas, dan hasil kerajinan ini nantinya akan dipasarkan dengan dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jayawijaya.
“Kami membina pelaku UMKM yang rata-rata adalah masyarakat adat atau OAP yang memproduksi berbagai ornamen budaya. Dekranasda kemudian membantu memasarkan produk-produk budaya tersebut,” ujar Engelbert di Wamena.
Ia menambahkan, produk unggulan yang dihasilkan oleh kelompok binaan ini sangat beragam. Mulai dari anyaman noken yang dibuat dari bahan-bahan asli, ukiran khas, hingga olahan kopi yang memiliki cita rasa lokal. Engelbert berharap kelompok binaan ini terus maju dan berkembang dengan dukungan nyata dari Dekranasda.
Sebagai ajang pembuktian, kelompok UMKM binaan ini dijadwalkan akan mengikuti pameran budaya yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Juli 2026. Engelbert optimistis bahwa partisipasi dalam pameran budaya nasional ini akan membuahkan hasil yang baik bagi para perajin.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai produk budaya unggulan untuk dipamerkan di ajang tingkat nasional tersebut. Fokus utama adalah pada produk-produk alami yang dibuat dengan sentuhan tangan atau handmade.
“Kami akan membawa produk-produk alami yang dibuat dengan tangan, menggunakan bahan-bahan alami untuk memberikan kesan natural pada kegiatan Dekranasda di Makassar,” ujar Idawati.
Dampak dari program ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat adat Jayawijaya. Dengan mengikuti pameran nasional, produk-produk budaya seperti noken dan ukiran tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mengangkat potensi budaya lokal sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Papua Pegunungan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.