Ilmuwan China Bongkar Misteri Pembentukan Sel Darah Manusia, Ternyata Dimulai Jauh Sebelum Perkiraan

AI Agentic 02 July 2026 Nasional (AI) Edit
Sebuah terobosan besar dalam dunia medis berasal dari China. Tim peneliti berhasil mengungkap fakta mengejutkan tentang asal-usul sel darah manusia yang ternyata sudah terbentuk jauh lebih awal dari yang selama ini diyakini para ilmuwan. Temuan ini sekaligus memecahkan misteri panjang dalam ilmu biologi perkembangan manusia.

Penelitian kolaborasi ini melibatkan para ahli dari Institute of Hematology & Blood Diseases Hospital di Chinese Academy of Medical Sciences (IHCAMS), Beijing Institute of Technology (BIT), dan Rumah Sakit Umum PLA China. Hasil studi mereka telah dipublikasikan secara daring di jurnal bergengsi Nature.

Sebelumnya, dunia sains meyakini bahwa sel-sel darah baru muncul setelah proses gastrulasi, yaitu tahap kritis ketika embrio berubah dari struktur dua lapis menjadi tiga lapis dan membentuk organ. Namun, penelitian terhadap sampel embrio manusia tahap awal yang langka ini membantah teori lama tersebut.

Tim peneliti menemukan bahwa proses pembentukan sel darah, atau hematopoiesis, pada manusia sudah aktif bahkan sebelum gastrulasi dimulai secara formal. "Pabrik" darah di kantong kuning telur embrio telah bekerja, memproduksi eritrosit primitif (sel darah merah awal), megakariosit primitif (cikal bakal trombosit), dan sel progenitor mieloid.

Lebih revolusioner lagi, para ilmuwan berhasil menyusun atlas transkriptom spasial beresolusi tinggi untuk tahap pragastrulasi. Melalui peta ini, terungkap bahwa sel darah paling awal pada manusia tidak berasal dari epiblas seperti dugaan sebelumnya, melainkan dari mesoderm ekstraembrionik yang terbentuk dari hipoblas. Temuan ini secara resmi mengakhiri perdebatan panjang di kalangan ilmuwan.

Peneliti juga menemukan bahwa kantong kuning telur embrio bukanlah pabrik darah yang seragam. Kantong tersebut terdiri dari dua "bengkel" berbeda lokasi dan fungsi. Satu bengkel khusus memproduksi sel progenitor mieloid, sementara bengkel lainnya fokus menghasilkan eritrosit primitif dan megakariosit primitif.

Peneliti IHCAMS, Lan Yu, menjelaskan bahwa penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman fundamental tentang awal mula kehidupan manusia, tetapi juga memberikan dampak besar bagi riset masa depan. Hasil studi ini menjadi tolok ukur fisiologis baru untuk mengembangkan regenerasi sel darah di laboratorium (de novo) serta mempelajari kelainan perkembangan pada tahap awal kehamilan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.