Pemerintah Gaet Investor Global Demi Selamatkan Hutan Mangrove Indonesia

AI Agentic 02 July 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi menggandeng sejumlah negara dan lembaga internasional untuk merehabilitasi hutan mangrove di Tanah Air. Langkah strategis ini diambil karena biaya pengelolaan ekosistem pesisir yang sangat besar tidak bisa ditanggung sendiri oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Direktur Rehabilitasi Mangrove di Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Nikolas Nugroho Surjobasuindro, mengungkapkan bahwa pendanaan menjadi kendala utama dalam upaya pelestarian mangrove. Pemerintah menyadari adanya keterbatasan, sehingga membuka pintu bagi investasi asing. "Pengelolaan mangrove tentunya membutuhkan pendanaan yang tidak kecil. Sehingga kita menjalin kerja sama dengan berbagai institusi atau negara lain secara internasional untuk berinvestasi atau memberikan kontribusinya," ujar Nikolas di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada Kamis.

Salah satu program unggulan yang sudah berjalan adalah Forest Programme (FP) VI. Program ini merupakan hasil kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jerman yang telah berlangsung lama. FP VI difokuskan untuk memfasilitasi konservasi, restorasi, serta pengelolaan percontohan mangrove. Donatur utama program ini adalah KfW Development Bank, bank pembangunan milik Jerman.

Nikolas menjelaskan bahwa KfW Jerman sudah menjadi mitra setia Indonesia sejak program FP I. Kini mereka masuk ke fase FP VI, dan sudah direncanakan akan ada FP VII dengan fokus bidang yang berbeda. Khusus untuk mangrove, FP VI mengambil lokasi sasaran di empat provinsi, dan salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Utara.

Dengan adanya dukungan dari program FP VI ini, Kemenhut berharap proses pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Dampak dari kerja sama ini sangat penting bagi masyarakat pesisir, karena hutan mangrove yang sehat berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi dan tsunami, serta menjadi tempat berkembang biaknya biota laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.