Alexandra Eala Cetak Sejarah, Jadi Petenis Filipina Pertama yang Tembus Babak Ketiga Wimbledon
Alexandra Eala kembali menorehkan tinta emas untuk tenis Filipina. Petenis kidal berusia 21 tahun itu sukses menjadi pemain putri pertama dari negaranya yang berhasil melaju ke babak ketiga turnamen Grand Slam. Kepastian itu didapat setelah ia bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Maya Joint dengan skor 4-6, 6-4, 6-2 pada babak kedua Wimbledon yang digelar Kamis (2/7).
Petenis yang kini menempati peringkat ke-32 dunia itu mengaku pencapaian ini memiliki arti yang sangat besar, bukan hanya bagi kariernya secara pribadi, tetapi juga bagi negaranya. Eala menyebut setiap kali berhasil melewati satu langkah baru atau menciptakan sejarah, momen tersebut selalu terasa emosional.
"Ini sangat berarti. Luar biasa bagi saya bisa melakukan ini untuk negara saya. Namun, setiap kali saya berhasil melewati satu langkah baru atau menciptakan sejarah, itu juga sangat emosional karena ini adalah tujuan dan pencapaian pribadi," ujar Eala usai pertandingan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras yang telah ia lakukan bersama timnya selama bertahun-tahun. Eala merasa bangga karena semua perjuangan yang telah dilakukan akhirnya membuahkan hasil.
Selain penampilannya di lapangan, Eala juga menarik perhatian publik lewat aksesori yang ia kenakan. Visor putih yang ia pakai memiliki bordiran kalimat dalam bahasa Tagalog, "Kapag lumago, hindi na hihinto", yang berarti "Sekali tumbuh, tidak akan berhenti." Menurut Eala, visor tersebut merupakan bagian dari desain sponsor pakaiannya, Nike, sebagai upaya untuk menampilkan identitas budaya Filipina. Tahun lalu saat tampil di Wimbledon, ia juga pernah mengenakan ornamen bunga sampaguita yang merupakan simbol nasional Filipina.
"Sangat berarti bagi saya bisa mengenakan atau membawa bagian dari budaya saya saat berada di lapangan. Asal-usul saya merupakan bagian besar dari siapa diri saya dan juga bagian dari pribadi yang ingin saya bangun di masa depan," kata Eala.
Dukungan untuk Eala pun terus mengalir dari berbagai penjuru. Ia mengaku para pendukung Filipina selalu hadir memberikan semangat, mulai dari turnamen di Melbourne, Miami, Dubai, hingga London. Meski kini semakin menjadi sorotan, Eala menegaskan dirinya berusaha tetap menjadi pribadi yang autentik dan berpegang pada nilai-nilai yang diyakininya.
"Kisah perjalanan saya sangat tulus dan dekat dengan hati saya. Saya tidak berusaha menjadi orang lain atau meninggalkan nilai-nilai yang saya pegang. Tekanan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, terlebih sebagai atlet profesional. Saya hanya berusaha menemukan cara terbaik untuk menghadapinya," pungkasnya.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.