Bupati Langkat Tiba di KPK, Usai Digelandang dalam Operasi Tangkap Tangan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim, telah tiba di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepala daerah itu merupakan salah satu dari tujuh orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Jumat pagi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Ondim tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB. Setibanya di sana, ia langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik. Budi menyampaikan kepada awak media bahwa perkembangan kasus ini akan terus diinformasikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, mobil yang membawa Bupati Langkat langsung masuk ke area belakang gedung KPK. Hal ini membuat para jurnalis yang menunggu hanya bisa memotret kendaraan tersebut tanpa bisa melihat langsung sosok Ondim.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah menangkap Ondim dalam OTT yang berlangsung di wilayah Langkat, Binjai, dan Medan, Sumatera Utara. Selain Bupati Langkat, operasi ini juga mengamankan enam orang lainnya, yang terdiri dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Langkat dan lima orang dari pihak swasta.
Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan suap proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Masyarakat kini menanti langkah selanjutnya dari lembaga antirasuah, apakah para tersangka akan langsung ditahan atau masih diperiksa lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mereka.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.