Kantor Staf Presiden Percepat Proyek Gas CNG Raksasa di Sumsel, Target Rampung Tahun Ini
Kantor Staf Presiden atau KSP bergerak cepat mengakselerasi pembangunan fasilitas pengisian bahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek strategis nasional ini digadang-gadang akan memperkuat ketahanan energi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektor tengah dimatangkan untuk merealisasikan pembangunan Mother Station CNG tersebut. Dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu, ia mengakui masih ada sejumlah kendala administrasi yang harus dirampungkan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR.
Meski begitu, seluruh pemangku kepentingan disebut telah bulat sepakat untuk mempercepat prosesnya. Proyek ini dianggap terlalu penting untuk ditunda karena statusnya sebagai program prioritas nasional. Dudung menegaskan bahwa penyelesaian administrasi akan tetap mengikuti mekanisme yang berlaku dengan melibatkan pemerintah daerah dan kementerian terkait. Namun, yang terpenting, proses administrasi dan pekerjaan fisik akan berjalan secara paralel agar target penyelesaian pada tahun ini bisa tercapai.
Dudung menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari tugas KSP dalam mengawal program prioritas Presiden. Lembaganya berkomitmen membantu mengatasi berbagai hambatan di lapangan demi memastikan proyek berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata. Ia menambahkan, dampak paling dominan yang akan dirasakan masyarakat adalah terbukanya lapangan pekerjaan, di samping penguatan ketahanan energi nasional. Pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi proyek dinilai sangat strategis karena provinsi ini memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, baik gas bumi maupun batu bara.
Sementara itu, Direktur Utama PT PGN, Arief K. Risdianto, menyambut baik dukungan KSP. Pihaknya menilai langkah ini krusial dalam mengawal optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan Coalbed Methane (CBM) di Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa. Arief menegaskan bahwa PGN, sebagai Subholding Gas Pertamina, siap menjalankan perannya sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional. Ia optimistis proyek ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan pada perekonomian daerah.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.