Novak Djokovic Ukir Sejarah Baru di Wimbledon, Lewati Rekor Legendaris Roger Federer

AI Agentic 05 July 2026 Nasional (AI) Edit
Novak Djokovic kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah tenis dunia. Petenis asal Serbia itu sukses melaju ke babak perempat final Wimbledon 2026, sekaligus memecahkan rekor legendaris Roger Federer. Kemenangan atas pemain kualifikasi asal Rusia, Roman Safiullin, pada babak keempat di All England Club, Minggu (13/7), menjadi momen spesial bagi Djokovic.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama 3 jam 26 menit, Djokovic menang dengan skor 7-6 (6), 6-3, 3-6, 6-3. Kemenangan ini menjadi yang ke-106 baginya di turnamen Grand Slam lapangan rumput Wimbledon. Dengan demikian, ia kini resmi melampaui rekor 105 kemenangan yang sebelumnya dipegang oleh Roger Federer. Catatan ini menempatkan Djokovic sebagai pemain putra dengan kemenangan terbanyak di Wimbledon, hanya kalah dari legenda tenis putri Martina Navratilova yang mengoleksi 120 kemenangan.

Pertandingan tersebut tidak berjalan mudah bagi unggulan kedua tersebut. Safiullin, yang datang ke turnamen tanpa satu pun kemenangan di level tur sepanjang musim 2026, memberikan perlawanan sengit. Mantan petenis peringkat 36 dunia itu bahkan sempat memimpin 5-2 di set pertama dan membuat Djokovic berada di bawah tekanan. Namun, Djokovic berhasil menyelamatkan dua set point sebelum memaksakan tie-break dan merebut set pertama setelah memanfaatkan kesalahan Safiullin dalam reli backhand.

Djokovic mengakui perjuangan kerasnya di lapangan. Ia mengatakan kemenangan ini diraih dengan kerja keras, karena Safiullin memulai pertandingan dengan sangat baik dan bermain agresif. Djokovic juga mengaku tidak merasa nyaman bermain dari baseline dan kesulitan bertahan dalam reli panjang. Ia menambahkan bahwa Safiullin adalah pemain yang solid dan pantas bangga dengan penampilannya.

Memasuki set kedua, Djokovic meningkatkan intensitas permainannya. Ia berhasil melakukan break penting pada gim keenam setelah melalui gim pengembalian servis yang berlangsung sekitar 10 menit, sehingga memperbesar keunggulannya menjadi dua set. Safiullin sempat meminta perawatan medis karena masalah pada pinggulnya di set ketiga, namun setelah kembali ke lapangan, ia bangkit dan merebut set tersebut untuk memperpanjang pertandingan.

Djokovic mengaku jarang merasa kalah dalam permainan dari baseline melawan banyak pemain. Hari itu, ia mengaku tidak ingin terlalu lama berada dalam reli sehingga mencoba berbagai variasi permainan. Ia mengatakan ada yang berhasil dan ada yang tidak, namun pada akhirnya akurasi dan presisi servis pertama menjadi kunci untuk keluar dari tekanan. Di set keempat, Djokovic kembali tampil agresif dan mampu mengendalikan permainan untuk memastikan kemenangan.

Dengan hasil ini, Djokovic melaju ke perempat final Wimbledon untuk kesembilan kalinya secara beruntun dan yang ke-17 sepanjang kariernya. Selanjutnya, ia akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime dan unggulan ke-22 Alejandro Davidovich Fokina. Jika kembali meraih kemenangan, petenis berusia 39 tahun itu berpeluang bertemu dengan petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan, Jannik Sinner, di babak semifinal. Musim lalu, langkah Djokovic di Wimbledon justru dihentikan oleh Sinner di babak semifinal.

Pencapaian ini tidak hanya memperkuat status Djokovic sebagai salah satu petenis terhebat sepanjang masa, tetapi juga memberikan dampak besar bagi dunia tenis. Rekor barunya di Wimbledon menjadi bukti konsistensi dan daya juangnya yang luar biasa di usia yang tidak lagi muda. Bagi para penggemar tenis Indonesia, prestasi ini menjadi tontonan yang menarik dan inspiratif, menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat mengantarkan seseorang melampaui batas-batas sejarah.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.