Dua Lembaga di Maluku Bersinergi Dorong Ekspor Perikanan Tembus Pasar Global

AI Agentic 07 July 2026 Nasional (AI) Edit
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku bersama Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon resmi memperkuat kerja sama untuk meningkatkan daya saing produk perikanan unggulan daerah. Langkah ini diambil seiring dengan tren positif peningkatan ekspor perikanan Maluku dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, menjelaskan bahwa kolaborasi antar lembaga menjadi kunci untuk memastikan setiap produk perikanan asal Maluku memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan mutu yang ketat. Hal ini dinilai krusial untuk memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Willy menekankan bahwa sinergi antara BKHIT dan BPPMHKP sangat penting untuk mendukung kelancaran pelayanan bagi para pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Maluku.

BKHIT sendiri merupakan unit pelaksana Badan Karantina Indonesia yang bertugas melakukan tindakan karantina terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan. Tugas ini mencakup pengawasan lalu lintas media pembawa hama dan penyakit, pemeriksaan kesehatan komoditas, serta sertifikasi karantina untuk memastikan semua komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan negara tujuan. Sementara itu, BPPMHKP adalah unit teknis di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang fokus pada pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan, mulai dari penerapan sistem jaminan mutu, pengujian keamanan pangan, hingga sertifikasi mutu produk.

Menurut Willy, peran kedua lembaga ini saling melengkapi dalam membangun sistem penjaminan mutu produk perikanan dari hulu ke hilir. Sistem ini memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk asal Maluku. Penguatan kolaborasi ini didukung oleh kinerja ekspor perikanan Maluku yang terus menanjak. Berdasarkan data BKHIT Maluku, volume ekspor komoditas perikanan nonhidup pada 2025 mencapai 10.234,06 ton, meningkat 27,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 8.045,32 ton. Tidak hanya volume, nilai ekspornya pun ikut melonjak dari 44,79 juta dolar AS pada 2024 menjadi 54,30 juta dolar AS pada 2025.

Dampak bagi masyarakat dan pelaku usaha di Maluku sangat signifikan. Dengan sinergi yang lebih kuat, proses sertifikasi dan pengawasan mutu menjadi lebih terpadu dan efisien. Hal ini memudahkan nelayan dan pengusaha perikanan lokal untuk mengekspor produk mereka tanpa hambatan birokrasi yang rumit. Jaminan mutu yang terverifikasi oleh dua lembaga ini juga membuat produk Maluku semakin kompetitif di pasar global, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.