Trump Gagas Dewan Perdamaian Global di Davos: Janji Atasi Krisis Lintas Negara, Gandeng PBB
Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian bentukan pemerintahannya pada Kamis (22/1) di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Lembaga baru ini, yang diresmikan di hadapan puluhan pemimpin dunia termasuk Indonesia, awalnya akan difokuskan pada penanganan krisis di Jalur Gaza, dengan komitmen untuk memastikan wilayah tersebut didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali secara indah. Perwakilan berbagai negara telah menandatangani dokumen pendiriannya, menunjukkan dukungan internasional yang signifikan terhadap inisiatif ini, yang turut memperkuat peran Indonesia di mata dunia.
Namun, ambisi Dewan Perdamaian tidak berhenti di Gaza. Trump menegaskan bahwa mandat dewan ini dapat diperluas untuk menangani isu-isu global lainnya seiring dengan keberhasilan di Gaza. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa konflik di Jalur Gaza akan segera berakhir, sehingga dewan ini dapat segera mengalihkan perhatiannya ke tantangan global yang lebih luas. Menariknya, Trump juga menyatakan Dewan Perdamaian akan berkolaborasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah lembaga tersebut sepenuhnya terbentuk. Meski demikian, ia sempat mengkritik PBB yang dinilainya belum memanfaatkan "potensi luar biasa" yang dimilikinya, seraya berharap kombinasi Dewan Perdamaian dan PBB akan menciptakan sesuatu yang "sangat unik" bagi dunia.
Peluncuran Dewan Perdamaian ini memunculkan pertanyaan tentang ruang lingkup kewenangan dan strukturnya yang belum diumumkan secara rinci. Kehadiran lembaga baru yang bertujuan menangani krisis global ini berpotensi mengubah lanskap diplomasi dan penyelesaian konflik internasional. Di satu sisi, ia bisa menjadi pelengkap atau bahkan alternatif bagi badan-badan multilateral yang ada, terutama jika berhasil menunjukkan efektivitasnya. Di sisi lain, belum jelas bagaimana dewan ini akan berkoordinasi dan menghindari tumpang tindih dengan mandat PBB serta organisasi internasional lainnya. Keterlibatan Indonesia sejak awal menunjukkan pengakuan terhadap peran strategisnya, sekaligus menempatkan Indonesia dalam posisi penting untuk berkontribusi pada upaya perdamaian global di bawah inisiatif baru ini.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.