Ponorogo Siaga Darurat Karhutla Hingga November, Kobaran Api di Lereng Bukit Berhasil Dipadamkan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih berlaku aktif dalam waktu yang cukup panjang. Status ini ditetapkan mulai 26 Mei hingga 6 November 2026 mendatang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penetapan masa siaga darurat yang panjang ini merupakan langkah kesiapsiagaan pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi ancaman kebakaran yang kerap terjadi sepanjang musim kemarau.
Peningkatan kewaspadaan ini dinilai sangat krusial mengingat baru-baru ini terjadi insiden kebakaran di wilayah tersebut. Peristiwa itu tepatnya melanda Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, yang dilaporkan terbakar pada Rabu, 8 Juli 2026.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pendataan di lapangan, total luasan vegetasi hutan dan lahan masyarakat yang terdampak akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2,5 hektare.
Meskipun status siaga darurat masih aktif, BNPB memastikan bahwa kobaran api di titik kejadian telah berhasil dikendalikan sepenuhnya. Tim gabungan di lapangan berhasil memadamkan api secara total pada Kamis, 9 Juli 2026. Melalui respons cepat pemadaman dan lokalisasi titik api, perluasan dampak kebakaran yang berpotensi merusak ekosistem lereng perbukitan dapat dicegah sedini mungkin.
Abdul Muhari menegaskan bahwa tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api pada Kamis lalu, dan dipastikan kebakaran tidak meluas ke area lainnya. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan personel di lapangan dalam menangani bencana karhutla.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.