Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam kancah pendidikan tinggi global. Kampus yang berlokasi di Banjarbaru ini tengah gencar memperbanyak program studi dengan akreditasi internasional, menargetkan capaian signifikan pada tahun 2026. Langkah ambisius ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing ULM di panggung dunia.
Hal tersebut ditekankan oleh Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, dalam rapat kerja mengenai rencana tindak lanjut capaian kinerja ULM tahun 2026, yang digelar di Banjarbaru, Kamis. "Akreditasi internasional adalah upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing global," ujar Prof. Alim Bachri.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas beberapa program studi yang telah berhasil meraih akreditasi internasional dari lembaga kredibel yang diakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Di antaranya, empat program studi di Fakultas Pertanian dan Kehutanan telah mendapatkan pengakuan internasional dari Accreditation Agency for Degree Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) asal Jerman.
Selain itu, program studi S1 Teknik Kimia juga telah terakreditasi oleh Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Tak berhenti di situ, dalam waktu dekat, sembilan program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan menyusul dalam proses visitasi akreditasi internasional dari Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN).
Rektor Alim Bachri menegaskan bahwa dorongan akreditasi internasional ini difokuskan pada program studi yang telah meraih akreditasi "Unggul" di tingkat nasional, yang menandakan telah mencapai level tertinggi. ULM sendiri sebagai institusi, juga berhasil meraih akreditasi "Unggul" pada tahun 2025, menjadi fondasi kuat untuk melangkah ke kancah global.
Rapat kerja di awal tahun ini menjadi forum krusial bagi ULM untuk menyelaraskan langkah seluruh unit kerja dalam menyikapi perubahan formulasi Indikator Kinerja Utama (IKU) di tingkat kementerian. Dalam kesempatan tersebut, Rektor kembali menegaskan komitmen universitas terhadap visi dan misinya: menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang berkarakter kewirausahaan unggul berbasis lingkungan lahan basah. Pencapaian IKU, menurutnya, harus selaras dengan arah pengembangan institusi jangka panjang.
Hingga saat ini, ULM telah mengelola lebih dari 130 program studi. Jumlah ini diproyeksikan akan bertambah menjadi sekitar 147 program studi pada tahun 2026, seiring dengan pembukaan program studi baru, termasuk pendidikan dokter spesialis, subspesialis, serta program PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) di beberapa kabupaten. Peningkatan jumlah program studi ini, diakui Prof. Alim Bachri, merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab bersama, terutama dalam mendorong peningkatan mutu dan akreditasi bagi program studi yang telah lama berdiri.
Sumber:
Baca Selengkapnya