Khofifah Ajak Muslimat NU Melek Digital, Dakwah Kini Bisa Lewat AI
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama untuk segera bertransformasi ke era digital. Ajakan ini disampaikan Khofifah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, di mana media digital dinilai menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan.
Menurut Khofifah, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya sekadar memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga harus diimbangi dengan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak. Ia menekankan bahwa langkah ini menjadi penting agar nilai-nilai keislaman dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Khofifah mengingatkan bahwa setiap penggunaan teknologi, termasuk AI, harus tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab. Ia berharap transformasi digital ini dapat menjadi strategi baru bagi Muslimat NU untuk tetap relevan dalam menyampaikan dakwah di tengah arus informasi modern.
Analisis: Dorongan ini menjadi sinyal bahwa organisasi keagamaan besar seperti Muslimat NU tidak boleh lagi hanya mengandalkan metode dakwah konvensional. Dengan memanfaatkan digital dan AI, pesan keagamaan dapat dikemas lebih menarik dan menjangkau generasi muda yang akrab dengan gadget. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan bahwa konten yang dihasilkan tetap sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang moderat dan tidak disalahgunakan. Bagi masyarakat, ini berarti akses terhadap tausiah dan edukasi agama akan semakin mudah dan beragam.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.