Alexander Zverev Sukses Geser Alcaraz dari Peringkat Dua Dunia Usai Jadi Runner-Up Wimbledon
Alexander Zverev dipastikan naik ke peringkat dua dunia ATP, menggeser Carlos Alcaraz, meski harus puas menjadi runner-up Wimbledon 2026. Petenis asal Jerman itu kalah dari Jannik Sinner yang merupakan petenis nomor satu dunia pada partai final yang berlangsung Senin WIB.
Pencapaian ini melanjutkan tren positif Zverev sepanjang musim ini. Sebelumnya, ia berhasil meraih gelar Grand Slam perdana di Roland Garros dan untuk pertama kalinya dalam kariernya menembus final Wimbledon.
“Pada tahun ini ada perkembangan. Saya pikir saya mampu menekan mereka. Saya memang belum mengalahkan mereka tahun ini, tetapi saya berhasil memaksa mereka bermain hingga batas kemampuan,” kata Zverev, seperti dikutip dari ATP.
Naiknya Zverev ke posisi kedua dunia juga memperkuat statusnya sebagai pesaing utama dominasi Sinner dan Alcaraz yang menguasai turnamen-turnamen utama dalam dua musim terakhir.
Sepanjang musim ini, Zverev sempat membawa Alcaraz bermain lima set pada semifinal Australia Open. Ia juga kembali memberikan perlawanan sengit kepada Sinner dalam final Wimbledon yang berakhir dalam empat set.
“Walaupun berlangsung empat set, saya pikir itu adalah empat set yang sangat ketat dan juga bisa saja berlanjut hingga lima set,” ujar petenis berusia 29 tahun itu.
Meski kalah, Zverev mengaku puas dengan kualitas permainan yang ditampilkan di Centre Court. “Saya merasa kami bermain pada level yang hampir sama dan sangat tinggi. Saya pikir kami berdua tampil luar biasa pada dua set pertama,” katanya.
Menurut dia, kesalahan pukulan forehand pada awal tie-break set kedua menjadi titik balik yang mengubah momentum pertandingan. “Itu sedikit mengubah jalannya pertandingan. Namun secara keseluruhan saya pikir level pertandingan sangat bagus,” ujarnya.
Zverev juga menilai perubahan gaya bermain yang lebih agresif menjadi faktor penting di balik peningkatan performanya musim ini. “Itulah tenis yang ingin saya mainkan dan gaya bermain yang ingin saya terapkan. Pada awal musim saya memang sedikit kesulitan dengan gaya ini, tetapi saya terus melakukannya secara konsisten,” kata Zverev.
Ia optimistis pendekatan tersebut akan terus membawanya berkembang setelah mencatatkan sederet pencapaian penting musim ini. Selain gelar Grand Slam pertama di Paris dan final Wimbledon perdana, Zverev juga menembus semifinal pada empat dari lima turnamen ATP Masters 1000 yang ia ikuti.
“Saya memenangi gelar Grand Slam pertama dalam karier saya di Paris. Saya mencapai final Wimbledon untuk pertama kalinya. Berarti ada sesuatu yang berjalan dengan baik. Memang belum sempurna, tetapi saya yakin kami bergerak ke arah yang benar,” ujar Zverev.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.