Langkah Historis! Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Peran RI Diakui Dunia
**Jakarta** – Indonesia secara resmi telah bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah ini disebut sebagai bukti nyata pengakuan dunia terhadap peran penting Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Palestina.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan bahwa keanggotaan Indonesia di dewan tersebut merupakan bentuk pengakuan global terhadap diplomasi serta posisi dan pandangan Indonesia terkait perdamaian dunia, khususnya di kawasan Gaza. Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat, menjadikan badan ini resmi sebagai organisasi internasional. Dewan Perdamaian ini akan berfungsi mengawasi administrasi, stabilitas keamanan, dan rekonstruksi Gaza secara bertahap, termasuk mengawasi pemerintahan transisi di Palestina. Menurut Sugiono, partisipasi Indonesia adalah wujud langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina, serta menjadi alternatif konkret yang menjanjikan untuk mencapai aspirasi tersebut. Ia juga mengisyaratkan pembukaan pos perbatasan Rafah untuk bantuan kemanusiaan dan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dalam waktu dekat.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memandang Dewan Perdamaian Gaza sebagai kesempatan historis untuk mencapai stabilitas di Gaza, menegaskan komitmen besar Indonesia demi kebaikan rakyat Palestina. Selain Indonesia, sejumlah negara lain yang turut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian antara lain Hungaria, Bahrain, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UAE). Bergabungnya Indonesia dalam forum multilateral ini mempertegas posisi konsisten Indonesia yang tidak hanya vokal dalam mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi juga mengambil langkah konkret dan strategis di panggung global. Meskipun tantangan di Gaza sangat kompleks, kehadiran Indonesia di dewan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya kemanusiaan, rekonstruksi pasca-konflik, serta mendorong terciptanya solusi damai yang berkelanjutan demi masa depan Palestina yang berdaulat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.