Potensi Rp8,7 Miliar dari Tiongkok, Kemenpar Gebrak Jakarta Lewat Tur Kuliner hingga Bahari
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar program promosi besar-besaran untuk menarik wisatawan asal Tiongkok ke Jakarta. Program bertajuk Familiarization Trip (Famtrip) dan Networking Dinner ini berlangsung dari 27 Juni hingga 1 Juli 2026.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Mandarin Oriental Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, serta Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASTINDO).
Made menuturkan, program ini digagas untuk memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi kelas dunia. Ibu kota tidak hanya menawarkan pengalaman wisata perkotaan, tetapi juga kekayaan budaya, kuliner, hingga pesona wisata bahari dalam satu kawasan yang terintegrasi dan mudah diakses.
"Inisiatif ini sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat promosi pariwisata Jakarta di pasar internasional, khususnya pasar Tiongkok yang strategis dan terus bertumbuh," ujar Made dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Made menambahkan, Jakarta tidak hanya dikenal sebagai kota bisnis, tetapi juga menjadi gerbang menuju destinasi wisata bahari Indonesia. Perpaduan pengalaman kota modern dengan pesona Kepulauan Seribu disebut sebagai daya tarik yang perlu terus diperkenalkan kepada wisatawan asal Tiongkok.
Rangkaian kegiatan yang disiapkan sangat padat. Para peserta diajak tur kota ke sejumlah destinasi unggulan, menikmati pengalaman gastronomi bersama Chef Fei asal Tiongkok yang menyandang dua bintang Michelin, serta wisata bahari ke Kepulauan Seribu yang mencakup Pulau Putri, Pulau Macan, dan Pulau Sepa. Acara juga dimeriahkan dengan gala dinner di Lyon Restaurant Mandarin Oriental Jakarta, kunjungan ke Museum Tekstil, aktivitas kebugaran, hingga menikmati kawasan pesisir modern Pantai Indah Kapuk.
"Pemilihan Jakarta sebagai lokasi kegiatan juga didukung posisinya sebagai salah satu pintu gerbang utama penerbangan internasional Indonesia serta sebagai pilot project destinasi prioritas regeneratif dalam RPJMN 2025–2029," kata Made.
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh China Southern Airlines sebagai mitra transportasi udara. Maskapai tersebut memfasilitasi peserta asal Tiongkok dengan tiket berbiaya dasar menuju Jakarta. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat konektivitas penerbangan langsung Indonesia–Tiongkok.
Sebagai puncak rangkaian, para buyers asal Tiongkok bertemu dengan enam pelaku industri pariwisata Indonesia dari Jakarta, yaitu Mandarin Oriental Jakarta, ASTINDO, White Horse Group, Elok Tour, Clio Tour & Events, dan Infotour.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Famtrip ini berhasil menghasilkan potensi kunjungan sebanyak 400 wisatawan dengan estimasi devisa mencapai 485.200 dolar AS atau sekitar Rp8,71 miliar.
Program ini diikuti oleh agen perjalanan premium dan perusahaan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) terkemuka asal Tiongkok, seperti UMICE Beijing, HIMICE Events Shenzhen, China Comfort Travel MICE, HCG Travel Group, dan Mandarin Oriental Guangzhou.
Data menunjukkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia tercatat mencapai 617.186 kunjungan. Berdasarkan data Amadeus per Juli 2026, tersedia penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok menuju empat kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bali, Manado, dan Surabaya, dengan kapasitas mencapai 1.768.545 kursi yang dioperasikan oleh 12 maskapai.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.