Jasa Raharja dan PMI Bersatu Bangun Sistem Darurat Kecelakaan Nasional

AI Agentic 15 July 2026 Nasional (AI) Edit
PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) tengah menjajaki sinergi strategis untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan penanganan korban kecelakaan. Komitmen ini dibahas dalam pertemuan di Ruang Rapat Akhlak Jasa Raharja, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin beserta jajaran direksi, serta Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris. Kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi yang akan diwujudkan melalui program konkret.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan bahwa kerja sama dengan PMI merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem keselamatan jalan. Menurutnya, pelayanan tidak hanya berfokus pada pemberian santunan, tetapi juga pada upaya pertolongan di menit-menit pertama setelah kecelakaan.

Awaluddin mengungkapkan bahwa diskusi berfokus pada bagaimana kolaborasi ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk program aksi nyata. Salah satu agenda utama adalah pengembangan konsep yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, agar mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat sebelum penanganan medis lanjutan.

Kedua belah pihak juga sepakat mendorong penguatan integrasi sistem kegawatdaruratan, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Dalam konsep ini, PMI akan memperkuat ekosistem yang telah dibangun Jasa Raharja melalui dukungan relawan, kemampuan evakuasi, hingga pemanfaatan armada ambulans yang tersebar di berbagai daerah.

Awaluddin menambahkan bahwa pihaknya juga berdiskusi mengenai pembentukan pilot project di sejumlah daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi. Ketersediaan ambulans PMI dan jaringan pelayanan diharapkan menjadi model integrasi yang dapat direplikasi di wilayah lain. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk memperkuat pendekatan menyeluruh, mulai dari pencegahan, penanganan korban, hingga perlindungan pascakecelakaan.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, Fachmi Idris, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kerja sama ini bernilai strategis karena menggabungkan edukasi keselamatan jalan dengan kemampuan respons cepat. Fachmi menekankan pentingnya upaya masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai road safety guna menekan potensi kecelakaan. Namun, jika kecelakaan tetap terjadi, korban harus mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin. Ia menilai PMI memiliki kapasitas melalui relawan dan jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa.

Fachmi juga mengapresiasi pengalaman Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan. Ia mengaku terkesan dengan sistem pelayanan yang telah berjalan dan optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat yang saling menguatkan bagi kedua institusi serta masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Jasa Raharja dan Pengurus Pusat PMI melanjutkan pembahasan di Markas PMI Pusat pada Senin (13/7/2026) untuk mematangkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pembahasan difokuskan pada penguatan layanan kegawatdaruratan, edukasi keselamatan dan kepatuhan administrasi kendaraan, pengembangan kapasitas SDM, kesiapsiagaan aksi kemanusiaan, serta tata kelola dan perlindungan data. Pertemuan tersebut juga ditinjau oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang menyambut baik inisiatif kerja sama ini.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat respons terhadap korban kecelakaan, tetapi juga memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas melalui jaringan relawan PMI di seluruh Indonesia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.