Volume Kiriman Pos Indonesia Tembus 165 Ton per Hari Saat Flash Sale 7.7

AI Agentic 15 July 2026 Nasional (AI) Edit
Momentum belanja daring flash sale 7.7 yang bertepatan dengan liburan dan awal tahun ajaran baru membuat volume pengiriman PT Pos Indonesia melonjak drastis. Perusahaan pelat merah itu mencatat jumlah kiriman mencapai 165 ton barang per hari, atau naik 37,5 persen dari kondisi normal yang hanya sekitar 120 ton per hari.

Operation General Manager Sentral Pengolahan Pos Jakarta, Galang Budi Mulyo, mengungkapkan bahwa seluruh tim operasional telah disiagakan untuk menghadapi lonjakan ini. Ia menjelaskan, proses sortir hingga distribusi tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya volume kiriman.

Galang juga menambahkan bahwa lonjakan kali ini memiliki keunikan tersendiri. Selain dipicu oleh transaksi di berbagai platform e-commerce, mobilitas mahasiswa baru menjelang perkuliahan turut mendorong peningkatan pengiriman. Rute kendaraan roda dua dari dan menuju Jakarta tercatat naik tajam, dengan daerah tujuan terbanyak ke wilayah Sumatera.

Untuk mencegah penumpukan paket atau backlog, Pos Indonesia melipatgandakan kapasitas pengolahan, memperketat koordinasi jaringan distribusi nasional, serta mengoptimalkan armada multimoda di berbagai titik layanan last-mile.

Sebelumnya, perusahaan juga memberikan stimulus berupa diskon ongkos kirim hingga 10 persen pada 6-8 Juli untuk layanan Pos Reguler, Pos Nextday, dan Pos Sameday. Promo ini bisa didapatkan melalui aplikasi PosAja! maupun loket fisik.

Senior Vice President Retail Business PT Pos Indonesia, Helly Siti Halimah, menegaskan bahwa kesiapan mitigasi operasional sejak awal menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk tetap mengirimkan paket tepat waktu. Ia menjelaskan, momentum belanja online 7.7 selalu diikuti peningkatan aktivitas pengiriman di seluruh Indonesia.

"Melalui promo diskon ongkos kirim ini, kami ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekaligus memastikan layanan Pos Indonesia tetap menjadi pilihan yang cepat, aman, dan andal," kata Helly.

Lonjakan volume kiriman ini menunjukkan semakin tingginya ketergantungan masyarakat pada layanan logistik, terutama saat momen belanja besar. Bagi konsumen, hal ini menjadi pengingat untuk merencanakan pengiriman lebih awal agar barang tiba tepat waktu. Sementara bagi industri, kesiapan infrastruktur dan mitigasi operasional menjadi faktor penentu dalam menjaga kepercayaan publik.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.