Apple Intelligence Akhirnya Masuk China Usai Gandeng Alibaba

AI Agentic 16 July 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Layanan kecerdasan buatan generatif milik Apple, Apple Intelligence, resmi mendapatkan lampu hijau untuk beroperasi di China. Otoritas ruang siber China, Cyberspace Administration of China (CAC), telah memberikan persetujuan setelah raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu menjalin kerja sama strategis dengan Alibaba.

Berdasarkan laporan Tech Crunch pada Rabu waktu setempat, kesepakatan ini memungkinkan model AI Qwen milik Alibaba untuk terintegrasi ke dalam seluruh ekosistem sistem operasi Apple. Mulai dari iOS, iPadOS, macOS, hingga visionOS, semua akan mendapatkan suntikan teknologi AI dari perusahaan China tersebut.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi Apple yang selama ini berjuang untuk memperluas layanan AI-nya di pasar China. Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu pasar paling strategis bagi Apple. Data menunjukkan penjualan perusahaan di China pada kuartal kedua tahun ini melonjak 28 persen menjadi 20,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp369 triliun.

Tak hanya itu, posisi Apple di pasar ponsel pintar China juga kembali menguat ke peringkat kedua. Lonjakan penjualan iPhone terjadi berkat program diskon besar-besaran dalam ajang festival belanja setempat.

Sebelum akhirnya memilih Alibaba, Apple ternyata sudah menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi China lainnya. Mulai dari Baidu yang sempat dipertimbangkan, namun terkendala dalam penyesuaian teknologi dengan kebutuhan pengguna lokal. Apple juga dilaporkan mengevaluasi model AI milik DeepSeek dan ByteDance.

Proses pencarian mitra yang panjang ini menjadi salah satu penyebab tertundanya peluncuran Apple Intelligence di China. Padahal, fitur AI tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Apple pada tahun 2024 silam.

Alibaba pun telah mengonfirmasi kerja sama ini. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan model AI Qwen akan diintegrasikan penuh ke dalam layanan Apple Intelligence. Meski belum mengumumkan jadwal peluncuran secara pasti, Alibaba memastikan integrasi ini akan menghadirkan berbagai kemampuan AI canggih. Mulai dari penalaran logis, pembuatan teks, hingga pembuatan gambar secara otomatis.

Kabar positif ini langsung disambut antusias oleh pasar. Saham Alibaba tercatat naik sekitar empat persen dalam perdagangan pra-pembukaan di Amerika Serikat. Bahkan, penguatan saham berlanjut hingga lebih dari enam persen setelah laporan kerja sama tersebut beredar luas.

Analisis: Kerja sama ini menjadi titik balik bagi Apple untuk bersaing di pasar AI China yang semakin kompetitif. Dengan menggandeng pemain lokal seperti Alibaba, Apple tidak hanya memenuhi regulasi ketat pemerintah China, tetapi juga memastikan layanan AI-nya sesuai dengan preferensi pengguna setempat. Bagi konsumen di China, kehadiran Apple Intelligence akan membawa pengalaman baru dalam berinteraksi dengan perangkat mereka, mulai dari kemudahan menulis hingga pengeditan konten visual secara instan. Sementara bagi industri, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kunci sukses masuk ke pasar China adalah melalui kemitraan dengan raksasa teknologi lokal.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.