Toyota Perluas Program Vokasi, Kirim Mesin Mobil ke SMK di Lombok
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperluas program pembinaan sekolah vokasi ke luar Pulau Jawa. Setelah sebelumnya mencakup 29 SMK di Pulau Jawa, program ini kini menjangkau Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Perluasan ini ditandai dengan penyerahan dua unit mesin kendaraan sebagai sarana praktik. Satu unit mesin bensin Toyota tipe 2TR diberikan kepada SMKN 1 Jonggat di Lombok Tengah. Sementara itu, satu unit mesin diesel Toyota tipe 2GD diserahkan kepada SMKN 2 Kuripan di Lombok Barat.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk dunia pendidikan. Menurutnya, masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang saat ini ditempati para siswa. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi bagian dari perjalanan siswa untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing.
Bantuan mesin kendaraan ini diharapkan memudahkan siswa sekolah kejuruan untuk mengenal teknologi mesin yang banyak digunakan di industri otomotif saat ini. Tidak hanya memberikan alat praktik, TMMIN juga menjalankan program pengembangan vokasi secara menyeluruh. Program tersebut mencakup penyelarasan kurikulum berbasis industri, pendampingan pembelajaran, dan penerapan budaya kerja industri.
Melalui program ini, para siswa di sekolah binaan dapat mempelajari disiplin, efisiensi, praktik keselamatan kerja, serta kemampuan bekerja secara kolaboratif sesuai standar operasional industri. Dukungan terhadap pendidikan vokasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan SMK. Pada akhirnya, program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur dan meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.