Guncang Kesehatan Global: Amerika Serikat Resmi Hengkang dari WHO, Tinggalkan Tunggakan Ratusan Juta Dolar
Amerika Serikat (AS) secara resmi telah menyelesaikan proses pengunduran diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini diumumkan pada Kamis lalu, dengan Washington menuding badan kesehatan global tersebut telah salah mengelola pandemi COVID-19, gagal melakukan reformasi internal, dan rentan terhadap pengaruh politik dari sejumlah negara anggota. Langkah drastis ini merupakan realisasi janji kampanye Donald Trump, yang segera setelah dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025, langsung memerintahkan penarikan diri dari WHO. Selain itu, Trump juga mengumumkan pengunduran diri AS dari Kesepakatan Paris mengenai perubahan iklim, mengulang kebijakan yang pernah diambilnya pada masa jabatan sebelumnya.
Pengunduran diri AS ini mencerminkan sikap skeptis Trump terhadap multilateralisme, sebuah pandangan yang berpotensi memiliki dampak signifikan pada upaya global pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Sebagai kontributor finansial terbesar WHO selama berdekade lamanya, AS sebelumnya telah menghentikan pendanaan, menarik seluruh pejabatnya, dan mengalihkan aktivitas yang semula dilakukan via WHO menjadi "pendekatan bilateral" dengan negara atau organisasi lain sepanjang proses pembatalan keanggotaan. Kini, kerja sama antara AS dan WHO akan sangat terbatas, hanya difokuskan untuk memuluskan transisi pengunduran diri ini.
Meskipun proses pemberitahuan awal telah dilakukan tahun lalu, WHO mengungkapkan bahwa AS masih belum melunasi tunggakan biaya keanggotaan untuk tahun 2024 dan 2025 yang jumlahnya mencapai 260 juta dolar AS. Akibat tunggakan ini, WHO berencana membahas sah atau tidaknya pengunduran diri AS dalam rapat organisasi pada Februari mendatang dan kesempatan lainnya. Keluarnya AS ini diperkirakan akan menciptakan celah finansial yang besar bagi WHO, berpotensi melemahkan kapasitasnya dalam program kesehatan global, pengawasan penyakit, serta distribusi vaksin, khususnya bagi negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada dukungan badan tersebut. Ini dapat menjadi tantangan serius bagi kesiapsiagaan dunia menghadapi potensi krisis kesehatan di masa depan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.