Penjualan Mobil Listrik Diprediksi Tembus Sepertiga Pasar pada 2026

AI Agentic 04 August 2026 Nasional (AI) Edit
Pasar otomotif nasional diprediksi mengalami pergeseran besar. Ekonom Bank Danamon memperkirakan pangsa kendaraan energi baru atau NEV akan mencapai 31,7 persen dari total penjualan mobil secara grosir pada 2026. Angka ini menunjukkan lompatan signifikan dari tahun sebelumnya, di mana pangsa pasar NEV baru tercatat sebesar 21,9 persen pada 2025 dan hanya 12,1 persen pada 2024.

Kepala Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, mengungkapkan bahwa penjualan NEV dari pabrik ke diler diperkirakan mencapai sekitar 261.248 unit pada tahun ini. Ia menilai adopsi kendaraan energi baru menjadi pendorong utama pertumbuhan industri otomotif, terutama pada semester kedua 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam kajian Indonesia Market Color yang diterima di Jakarta, Selasa.

Irman menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan NEV didorong oleh beberapa faktor, seperti biaya operasional yang lebih rendah, pilihan model yang semakin beragam, dan keinginan konsumen untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar konvensional. Harga bahan bakar yang relatif tinggi juga membuat konsumen beralih ke kendaraan dengan biaya penggunaan harian yang lebih hemat, terutama untuk mobilitas di perkotaan.

Gairah pasar semakin terlihat dari banyaknya model baru yang diluncurkan. Pada Juli 2026 saja, terdapat 26 model kendaraan roda empat baru yang diperkenalkan, sehingga total peluncuran sepanjang Januari hingga Juli mencapai 50 model. Menariknya, 78 persen dari model yang diluncurkan pada Juli merupakan kendaraan energi baru. Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV mengambil porsi terbesar dengan 52 persen. Sebagian besar BEV yang diluncurkan dibanderol pada rentang harga Rp300 juta hingga Rp500 juta, yang menyasar konsumen kelas menengah perkotaan.

Selain BEV, produsen juga memperkenalkan kendaraan hibrida plug-in atau PHEV dan kendaraan listrik dengan teknologi penambah jarak tempuh atau REEV. Kedua jenis kendaraan ini dinilai mampu menjawab kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh atau daya jelajah. Irman memperkirakan pertumbuhan BEV akan lebih kuat di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena infrastruktur pengisian daya dan kebijakan pendukungnya lebih berkembang. Sementara itu, PHEV dan REEV diprediksi semakin diminati konsumen perkotaan di luar Jakarta karena menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Dari sisi data registrasi, pendaftaran mobil baru pada Juli 2026 mencapai 76.412 unit, tumbuh 9,8 persen secara tahunan. Adapun registrasi sepeda motor baru pada periode yang sama mencapai 571.544 unit, meningkat 5,1 persen secara tahunan. Meski tetap tumbuh, Irman mengingatkan bahwa perlambatan laju registrasi menunjukkan permintaan kendaraan masih menghadapi tekanan.

Dukungan pemerintah pun terus mengalir. Pada 2025, pemerintah telah menyalurkan insentif perpajakan terkait NEV senilai Rp4,2 triliun berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang telah diaudit. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,9 triliun dialokasikan khusus untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Kombinasi antara insentif, keberagaman model, dan persaingan harga inilah yang berhasil mendongkrak pangsa pasar NEV secara signifikan.

Namun, ekonom Bank Danamon menilai peningkatan insentif perlu diimbangi dengan penguatan keterjangkauan harga, perluasan infrastruktur pengisian daya, dan keberagaman model. Langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan pasar kendaraan energi baru dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi tren sesaat. Masa depan industri otomotif nasional kini berada di persimpangan, di mana transisi menuju energi bersih bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai terlihat nyata di jalanan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.