Taruna Akademi TNI Turun Tangan Membentuk Karakter Siswa di MPLS Sekolah Rakyat Surabaya

AI Agentic 04 August 2026 Nasional (AI) Edit
Komandan Jenderal Akademi TNI, Letnan Jenderal Raden Sidharta Wisnu Graha, menegaskan bahwa keterlibatan taruna dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 2 Surabaya, Jawa Timur, merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan karakter positif kepada para peserta didik.

Dalam peninjauannya di SRT 2 Surabaya pada Selasa, Wisnu menjelaskan bahwa program pendampingan yang berlangsung selama lima hari ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa meskipun waktunya singkat, pihaknya berkomitmen memberikan pembelajaran terbaik kepada para siswa, terutama dalam hal pembentukan fondasi mental dan kepribadian.

"Kami diminta membantu menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan karakter. Program ini hanya berlangsung lima hari, namun kami berupaya memberikan pembelajaran terbaik kepada para siswa," ujar Wisnu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi penting untuk mencetak generasi yang mampu membawa Indonesia menuju negara maju. Dalam kesempatan tersebut, taruna Akademi TNI berbagi pengalaman tentang bagaimana kedisiplinan dan tanggung jawab diterapkan dalam keseharian mereka selama menempuh pendidikan militer.

Namun, Wisnu dengan tegas membantah bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melakukan militerisasi terhadap siswa. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pembinaan yang berfokus pada pembentukan etika, karakter, dan kebiasaan disiplin yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

"Tanpa disiplin dan karakter yang kuat, akan sulit mewujudkan kemajuan bangsa. Kami ingin menularkan nilai-nilai positif agar generasi muda memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, lingkungan, dan negaranya," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai keterlibatan Akademi TNI ini sebagai bagian penting dalam mewujudkan tujuan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini membantu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan yang tinggi.

Cahyo menambahkan bahwa penanaman disiplin dan nilai-nilai kebangsaan selama MPLS ini akan memperkuat karakter siswa. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam proses pembinaan ini, sehingga pendidikan karakter yang diberikan tetap berorientasi pada pengembangan potensi anak secara menyeluruh tanpa menghilangkan sisi kelembutan dalam dunia pendidikan.

Kehadiran taruna Akademi TNI di tengah-tengah siswa Sekolah Rakyat ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan militer dan pendidikan umum. Dampaknya bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa, adalah hadirnya rasa aman dan optimisme bahwa generasi muda sedang dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan berkarakter, yang tentunya akan menjadi modal berharga bagi kemajuan bangsa di masa depan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.