Wamendagri Desak Riau Percepat Bentuk Desa dan Kelurahan Siaga TBC

AI Agentic 04 August 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendesak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau untuk segera merealisasikan pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC). Langkah ini dinilai menjadi kunci strategis dalam memperkuat penanggulangan penyakit menular tersebut langsung dari tingkat akar rumput.

Dalam dialog interaktif bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau dan perwakilan kabupaten/kota yang digelar di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Selasa, Wiyagus menekankan bahwa keberadaan desa siaga akan mempercepat proses penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga peningkatan edukasi kepada masyarakat. Ia bahkan berencana menggelar pertemuan virtual dengan para bupati dan wali kota di Riau untuk memastikan komitmen tersebut berjalan nyata.

"Mungkin nanti dalam kesempatan tertentu saya juga akan zoom dengan para bupati dan wali kota yang ada di Provinsi Riau untuk meyakinkan bahwa pembentukan desa siaga ini benar-benar akan memberikan kontribusi terhadap penanggulangan tuberkulosis," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Wiyagus menyoroti capaian pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Riau yang masih sangat rendah. Hingga saat ini, baru dua desa yang terbentuk atau sekitar 0,11 persen dari total keseluruhan desa dan kelurahan di provinsi tersebut. Angka ini dinilai jauh dari harapan dan membutuhkan percepatan signifikan.

Ia pun meminta pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi yang solid antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dinas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat akan membuat penanggulangan TBC lebih terstruktur dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Lebih lanjut, Wamendagri menginstruksikan para camat, lurah, dan kepala desa untuk mengambil peran aktif dalam memimpin upaya penanggulangan TBC di wilayah masing-masing. Ia menegaskan bahwa pembentukan desa siaga tidak boleh sekadar seremonial, melainkan harus diiringi langkah nyata seperti penemuan kasus aktif, pendampingan pasien hingga tuntas berobat, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya TBC.

"Di sini ada pak camat yang mendengar langsung tentang data dan juga apa yang saya arahkan hari ini. Segera bentuk, pak," tegasnya.

Wiyagus juga berharap komitmen kepala daerah dapat memperkuat pelaksanaan program ini hingga tingkat RT dan RW. Dengan kolaborasi yang menyentuh lapisan terbawah, target pengendalian TBC di Provinsi Riau dinilai akan lebih cepat tercapai.

"Kalau itu sudah dilaksanakan, insyaallah apa yang kita inginkan semuanya akan bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Plt. Gubernur Riau S.F. Hariyanto, anggota Komisi IX DPR RI Maharani, serta Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.

Analisis: Percepatan pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC ini merupakan langkah krusial mengingat tingginya angka penularan yang seringkali tidak terdeteksi di daerah. Dengan melibatkan perangkat desa hingga tingkat RT/RW, diharapkan penderita TBC dapat segera ditemukan dan diobati secara tuntas, sehingga memutus rantai penularan di masyarakat. Partisipasi aktif para pemimpin lokal menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.