Jetour Perluas Lini Kendaraan Ramah Lingkungan di Indonesia, Targetkan Mobil Listrik Murni Masuk 2027

AI Agentic 04 August 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Produsen mobil listrik asal China, Jetour, berkomitmen untuk terus memperkaya pilihan kendaraan energi baru atau NEV di pasar Indonesia. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi otomotif yang lebih canggih dan efisien.

Presiden Jetour International, Ke Chuandeng, yang juga menjabat sebagai asisten presiden Chery Automobile, mengungkapkan bahwa pergeseran preferensi konsumen dari mobil konvensional bermesin bensin menuju NEV semakin nyata. Ia menilai NEV menawarkan sejumlah keunggulan signifikan, seperti performa akselerasi yang lebih responsif dan efisiensi energi yang lebih baik. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara khusus pada 30 Juli lalu.

Kiprah Jetour di segmen NEV Indonesia sebenarnya baru dimulai pada awal Juni lalu dengan meluncurkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertamanya, yakni Jetour T1 i-DM. Tak berhenti di situ, pada akhir pekan lalu mereka kembali memperkenalkan model PHEV kedua, T2 i-DM, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Dua model ini menjadi fondasi awal bagi Jetour untuk meramaikan pasar kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Setelah sukses dengan dua model PHEV, Jetour berencana membawa gebrakan baru dengan menghadirkan kendaraan listrik murni (BEV). Model yang disiapkan adalah Jetour TX, sebuah SUV listrik yang pertama kali diperkenalkan di ajang Beijing Auto Show pada akhir April lalu. Pihak Jetour menargetkan mobil listrik murni ini akan mulai dipasarkan di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2027.

Kehadiran Jetour di pasar otomotif domestik terbilang cukup impresif. Dalam dua tahun berkiprah, pangsa pasar mereka tumbuh pesat. Data penjualan grosir (wholesale) pada paruh pertama tahun ini mencatatkan lonjakan hingga 457 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total penjualan mencapai 1.525 unit. Angka ini menjadikan Jetour sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Selain fokus pada penjualan, Jetour juga telah merealisasikan langkah lokalisasi produksi di Indonesia. Seiring dengan peningkatan penjualan, volume produksi lokal kendaraan Jetour tercatat naik 264 persen menjadi 1.576 unit. Langkah ini menunjukkan keseriusan Jetour untuk membangun ekosistem industri otomotif yang kuat di dalam negeri, sekaligus memperkuat posisinya di pasar Asia Tenggara.

Masuknya lebih banyak model NEV dari Jetour diprediksi akan semakin memanaskan persaingan di pasar otomotif Indonesia. Bagi konsumen, hal ini tentu menjadi kabar baik karena pilihan kendaraan yang ramah lingkungan dan efisien akan semakin beragam, dengan berbagai rentang harga dan fitur yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.