Pemkot Kupang Bekali Pelajar SMP Jurus Lindung Diri: Tolak, Lari, dan Cerita
Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah konkret untuk melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan seksual. Melalui rangkaian kunjungan edukasi yang berlangsung pada 4 hingga 7 Agustus 2026, Wali Kota Kupang Christian Widodo secara langsung memperkenalkan konsep perlindungan diri bertajuk "Tolak, Lari, dan Cerita" kepada para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya.
Christian menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah strategi fundamental untuk membentengi masa depan anak-anak. Ia menilai para pelajar adalah penentu arah bangsa, sehingga pembekalan karakter dan pengetahuan sejak dini menjadi kewajiban pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Christian memberikan pesan tegas kepada para siswa. Ia mengajarkan bahwa setiap individu memiliki hak penuh atas tubuhnya sendiri. Jika ada sentuhan yang membuat tidak nyaman, anak-anak harus berani mengambil tiga langkah kunci: menolak dengan tegas, segera menjauhkan diri atau lari dari situasi berbahaya, dan yang terpenting, menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya. Ia berulang kali menekankan agar anak-anak tidak pernah memendam pengalaman buruk sendirian.
Kegiatan ini secara khusus menyasar pelajar berusia 12 hingga 15 tahun. Yeni Aman selaku panitia pelaksana menjelaskan bahwa rentang usia ini merupakan masa transisi fisik, psikologis, dan sosial yang rentan, sehingga penguatan pengetahuan mengenai perlindungan diri menjadi sangat krusial.
Kunjungan edukasi ini menjangkau sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 11, SMPK Assumpta, MTs Muhammadiyah, dan SMP Adhyaksa Kota Kupang. Para siswa tidak hanya mendapat materi pencegahan kekerasan seksual, tetapi juga dibekali wawasan komprehensif dari berbagai narasumber ahli, termasuk Dinas Kesehatan Kota Kupang, tim psikolog, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Yayasan Kita Madani.
Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi dan gizi remaja, kesehatan mental, pencegahan perundungan, literasi keuangan, hingga bahaya pinjaman daring ilegal, judi daring, dan investasi bodong. Selain itu, para pelajar juga mendapat edukasi tentang literasi digital dan etika bermedia sosial.
Yeni berharap inisiatif ini mampu melahirkan pelajar yang lebih tangguh, sadar akan perlindungan diri, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan perilaku berisiko. Langkah Pemkot Kupang ini dinilai sebagai upaya preventif yang patut dicontoh, mengingat edukasi langsung kepada anak-anak merupakan benteng pertahanan paling efektif dalam menekan angka kekerasan seksual di Indonesia.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.