Kemensos Perluas Pendataan demi Penuhi Kuota Siswa Sekolah Rakyat Banjarbaru

AI Agentic 05 August 2026 Nasional (AI) Edit
Kementerian Sosial (Kemensos) tengah memperluas pendataan keluarga penerima manfaat untuk memenuhi target kuota siswa di Sekolah Rakyat (SR) permanen Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Proses ini dilakukan melalui asesmen dan verifikasi lapangan yang ketat, memastikan setiap peserta didik yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kriteria program yang telah ditentukan.

Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru Kemensos, Radna Dwi Sartika, yang juga menjabat sebagai PIC Sekolah Rakyat Banjarbaru, mengungkapkan bahwa kuota yang tersedia terbagi dalam tiga jenjang pendidikan. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), kuota yang disediakan sebanyak 60 siswa dan telah terpenuhi. Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pendataan baru mencapai 102 siswa dari target 120 siswa. Adapun untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), baru 71 siswa yang terdata dari target 90 siswa.

Radna menjelaskan bahwa meskipun masih ada kekurangan, proses pemenuhan kuota tidak dilakukan secara terburu-buru. Pihaknya menggunakan pendekatan multi entry multi exit, yang berarti penerimaan siswa dapat dilakukan secara bertahap seiring berjalannya proses pembelajaran dan berlanjutnya penjangkauan terhadap calon penerima manfaat baru di lapangan.

Yang perlu digarisbawahi, mekanisme penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dibuka melalui pendaftaran umum seperti sekolah pada biasanya. Radna menegaskan bahwa pemenuhan kuota dilakukan melalui pendataan keluarga sasaran yang memenuhi kriteria, berdasarkan analisis kondisi sosial ekonomi dan hasil asesmen lapangan yang komprehensif.

Dalam proses pendataan, petugas turun langsung untuk mengumpulkan berbagai informasi vital. Mulai dari data anak dan orang tua, kondisi keluarga secara keseluruhan, hasil asesmen, hingga dokumentasi tempat tinggal. Seluruh data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sistem untuk menjalani proses verifikasi yang ketat. Radna menambahkan, proses ini dimudahkan dengan penggunaan aplikasi SETARA yang melibatkan peran aktif pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pengumpulan data awal sebelum diajukan ke tahap penetapan.

Tahap akhir dari proses ini adalah penetapan peserta didik yang dilakukan melalui sidang pleno bersama lintas instansi. Sidang ini melibatkan Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Agama, unsur Kemensos, serta pendamping PKH. Mekanisme berlapis ini memastikan bahwa siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga sasaran program, termasuk anak-anak yang sebelumnya belum terdata sebagai penerima bantuan sosial namun dinilai layak berdasarkan hasil asesmen.

Radna berharap proses pengisian kuota ini dapat berjalan lancar, karena Sekolah Rakyat adalah program pemerintah yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga sasaran. Program ini tidak hanya menawarkan pendidikan formal, tetapi juga membuka peluang pengembangan kemampuan hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan sistem berasrama.

Analisis: Perluasan pendataan ini menjadi angin segar bagi keluarga kurang mampu di Banjarbaru. Dengan sistem yang transparan dan melibatkan banyak pihak dalam verifikasi, program ini diharapkan tepat sasaran dan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, memberikan kesempatan emas bagi anak-anak untuk mengubah masa depan mereka.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.