Panahan Putri Indonesia Bidik Tiket Final Asian Games, Raihan Fadhila hingga Varadisa Unjuk Gigi Hari Ini

AI Agentic 02 October 2026 Nasional (AI) Edit
Kontingen Indonesia kembali menebar harapan meraih medali pada ajang Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026. Pada Jumat ini, cabang olahraga panahan menjadi salah satu tumpuan utama untuk menambah pundi-pundi medali Merah Putih, bersamaan dengan deretan atlet dari berbagai disiplin ilmu yang siap bertarung di babak krusial.

Sorotan utama datang dari arena panahan nomor recurve beregu putri. Tiga srikandi Indonesia, yakni Rezza Octavia, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista, dijadwalkan melanjutkan perjuangan mereka menuju babak akhir. Tantangan berat sudah menanti karena tim beregu putri Indonesia harus berhadapan dengan kekuatan raksasa Korea Selatan pada babak semifinal. Kemenangan atas Korea Selatan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengamankan tiket ke partai puncak dan setidaknya mengamankan medali perak.

Perjuangan atlet Indonesia tidak berhenti di arena panahan. Dari cabang taekwondo, Raihan Fadhila akan memulai langkahnya di nomor putra kelas -80 kilogram. Bertanding di Toyohashi Gymnasium, Raihan harus melewati babak 16 besar terlebih dahulu. Jika berhasil, ia akan langsung melanjutkan pertandingan ke perempat final, semifinal, hingga final yang seluruhnya digelar pada hari yang sama, sebuah jadwal padat yang menuntut ketahanan fisik dan mental prima.

Dari arena gulat, Varadisa Septi Putri Hidayat turun di nomor putri kelas 76 kilogram. Ia dijadwalkan menghadapi pemenang pertandingan antara wakil Kyrgyzstan dan India pada babak perempat final di Nagoya City Inae Sports Center. Peluang Varadisa untuk melaju ke semifinal masih terbuka lebar. Jadwal pertandingan juga masih memuat kemungkinan penampilannya di babak repechage serta perebutan medali perunggu dan emas, tergantung hasil yang diraihnya di setiap babak.

Peluang medali juga datang dari cabang balap sepeda trek di Cluster Shizuoka. Ayustina Delia Priatna akan bersaing pada nomor women's omnium yang berlangsung dalam beberapa tahapan, meliputi scratch race, tempo race, elimination, dan points race. Tahapan terakhir dijadwalkan menjadi penentu perolehan medali. Pada nomor keirin putra, Indonesia menurunkan Dika Alis Dhentaka dan Dhia Tsabit Az Zakky Sutaryo yang akan mengawali perlombaan melalui babak preliminary sebelum melanjutkan ke repechage, semifinal, hingga final sesuai hasil yang diraih. Masih dari balap sepeda trek, pasangan Terry Yudha Kusuma dan Muhammad Andy Royan dijadwalkan tampil pada final madison putra.

Cabang padel juga menghadirkan sejumlah wakil Indonesia di babak semifinal. Fadona Kusumawati bersama Fitriani Sabatini dijadwalkan menghadapi pasangan Filipina pada semifinal ganda putri. Setelah itu, Novela Putria dan Beatrice Gumulya akan menghadapi wakil Jepang. Dari cabang sepak takraw, tim putra Indonesia yang diperkuat Jelki Ladada, Yudha Aswinatama, Andi Try Sandi Capitradan beserta rekan-rekan akan menghadapi Vietnam pada semifinal quadrant putra. Indonesia juga menempatkan Kusnelia, Dini Mita Sari, Nisa Rachmadi, dan Fujyan pada semifinal quadrant putri.

Cabang panjat tebing juga mengirimkan wakilnya ke semifinal. Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany dijadwalkan tampil pada semifinal lead putri. Sementara pada nomor lead putra, Aviandi Ramadhani akan bertanding di semifinal. Di cabang bola voli, tim putra Indonesia yang diperkuat Farhan Halim dan kawan-kawan akan menghadapi Vietnam dalam pertandingan klasifikasi posisi 9-12. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 di Park Arena Komaki. Dari Cluster Gifu, tim hoki putri Indonesia dijadwalkan menghadapi Taipei pada pertandingan klasifikasi posisi 5-8 di Gifu Prefectural Green Stadium.

Selain pertandingan-pertandingan tersebut, kontingen Indonesia juga akan turun pada cabang golf dan kayak cross. Pada golf, Randy Arbenata, Mohammad Bintang, dan Jonathan Wijono tercatat tampil pada nomor individual stroke play putra, sedangkan Elaine Wijaya bertanding pada individual stroke play putri. Indonesia juga memiliki wakil pada nomor kayak cross putra dan putri, serta sejumlah pertandingan judo pada kelas putra -90 kilogram, putra +100 kilogram, dan putri +78 kilogram.

Bagi masyarakat Indonesia, jadwal padat ini menjadi tontonan yang menjanjikan sekaligus ujian bagi ketahanan mental para atlet di level Asia. Keberhasilan di babak semifinal panahan, padel, dan sepak takraw, misalnya, akan sangat menentukan apakah Indonesia dapat menjaga tradisi meraih medali di cabang-cabang unggulan. Dukungan moral dari rumah diharapkan menjadi energi tambahan bagi para atlet yang bertanding di Jepang, terutama mereka yang harus menjalani beberapa babak dalam satu hari.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.