Tahura Raden Soerjo Tunggu Musim Hujan untuk Tanam Ulang Cemara Gunung Usai Kebakaran

AI Agentic 02 October 2026 Nasional (AI) Edit
Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya Raden Soerjo di Jawa Timur menyatakan bahwa penanaman ulang tanaman endemik, terutama cemara gunung, di kawasan konservasi tersebut akan dilakukan begitu musim hujan tiba. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekosistem pasca kebakaran yang melanda sejumlah area beberapa waktu lalu.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustuningtyas Marini, dalam keterangannya kepada wartawan dari Kota Malang, Jumat, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG untuk memantau perkembangan kondisi musim. Menurutnya, waktu penanaman sangat bergantung pada datangnya hujan agar bibit yang ditanam memiliki peluang hidup yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan BMKG menjadi acuan utama sebelum kegiatan penanaman dimulai.

Agustuningtyas mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi sebelumnya menghanguskan area seluas sekitar 600 hektare lebih, termasuk kawasan Gunung Arjuno. Kerusakan yang cukup luas itu mendorong perlunya langkah pemulihan yang terencana dan berkelanjutan.

Untuk mempercepat pemulihan, pihaknya telah menyiapkan bibit sejumlah jenis tanaman endemik yang siap tanam, seperti cemara gunung dan ficus. Bibit-bibit tersebut akan ditanam di area terdampak sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem kawasan hutan raya.

Meski demikian, Agustuningtyas menegaskan bahwa fokus utama saat ini masih pada upaya antisipasi agar kebakaran tidak terulang. Penguatan aktivitas patroli terus dilakukan untuk menyisir setiap area di kawasan Tahura Raden Soerjo guna meminimalkan potensi munculnya titik panas atau hotspot. Patroli bahkan dilaksanakan pada malam hari, dan jika memungkinkan tim di lapangan membuat sekat bakar sebagai langkah pencegahan.

Ia menyatakan bahwa pemulihan saat ini dilakukan secara alami, sementara prioritas pihaknya adalah menjaga kawasan agar tidak kembali terbakar. Selain kebakaran, patroli malam juga ditujukan untuk mengantisipasi aktivitas ilegal di seluruh lokasi Tahura Raden Soerjo, terutama pada jalur-jalur yang berpotensi dilalui orang secara ilegal.

Dampak dari langkah ini bagi masyarakat adalah terjaganya kelestarian kawasan hutan raya yang menjadi habitat berbagai tanaman endemik dan sumber daya alam penting bagi wilayah sekitarnya. Pemulihan ekosistem yang tertunda hingga musim hujan menunjukkan bahwa upaya konservasi memerlukan perencanaan matang, bukan sekadar penanaman simbolis. Masyarakat sekitar diharapkan turut mendukung dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat memperparah kerusakan, sekaligus memanfaatkan kawasan ini secara bertanggung jawab untuk wisata dan pendidikan lingkungan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.