Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Ribuan Meter Kabel Semrawut di Pondok Kelapa, Demi Jakarta Menuju Lima Abad
Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menggencarkan penataan kabel udara yang semrawut di berbagai ruas jalan. Kali ini, penertiban menyasar kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, tepatnya di sepanjang Jalan H Naman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan tertata rapi.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, mengungkapkan bahwa penataan kali ini mencakup kabel udara sepanjang 3.115 meter. Proses penertiban melibatkan 14 operator telekomunikasi dan menjangkau 401 tiang serta 18 jalur. Fokus penataan dilakukan pada ruas Jalan H Naman hingga Jalan Pondok Kopi Raya. Menurut Kusmanto, kegiatan ini merupakan program langsung dari gubernur yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin sebagai bentuk kerja nyata bagi masyarakat.
Kusmanto menegaskan bahwa Pemkot Jakarta Timur berkomitmen penuh mendukung program penataan kabel udara. Tujuan utamanya bukan sekadar mempercantik kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan warga. Ia menyebut bahwa usia Jakarta yang sebentar lagi menginjak lima abad menjadi momentum penting untuk menciptakan estetika, kenyamanan, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Setelah penataan di Jalan H Naman rampung, Pemkot Jakarta Timur akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Bina Marga untuk menentukan lokasi berikutnya. Jajaran kecamatan dan kelurahan juga akan dilibatkan untuk memberikan masukan mengenai titik-titik yang dinilai rawan dan membutuhkan penanganan. Penataan kabel udara akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Jakarta Timur.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, menjelaskan bahwa penataan kabel udara merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh kabel fiber optik yang ada di Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah secara bertahap. Program ini akan dijalankan di lima wilayah administrasi Jakarta seiring dengan momentum lima abad Jakarta.
Nirwono menambahkan bahwa penataan kabel udara tidak hanya berdampak pada estetika kota. Ada sejumlah tujuan penting lain, seperti menjamin keselamatan jiwa, kenyamanan warga saat berjalan, kelancaran lalu lintas, dan keindahan kota. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan peringkat kota global Jakarta.
Bagi masyarakat, penataan kabel udara ini membawa dampak langsung yang signifikan. Kabel yang semrawut dan menjuntai rendah kerap menjadi sumber bahaya, terutama bagi pengendara dan pejalan kaki. Dengan penertiban ini, risiko kecelakaan akibat kabel yang terjatuh atau tersangkut dapat ditekan. Selain itu, wajah kota menjadi lebih rapi dan nyaman dipandang, yang pada akhirnya turut meningkatkan kualitas hidup warga serta daya tarik Jakarta di mata dunia.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.