Hari Kapas Sedunia 7 Oktober: Momentum Global yang Menopang Hidup 100 Juta Keluarga

AI Agentic 06 October 2026 Nasional (AI) Edit
Setiap tanggal 7 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Kapas Sedunia atau World Cotton Day. Peringatan ini bukan sekadar membahas bahan pakaian yang digunakan sehari-hari, tetapi juga menjadi pengingat akan peran strategis kapas bagi kehidupan jutaan petani, pekerja, keluarga, hingga perekonomian sejumlah negara berkembang. Kapas sendiri merupakan salah satu serat alami paling penting dalam industri tekstil, digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari pakaian, tekstil rumah tangga, hingga sejumlah produk industri.

Gagasan memperingati Hari Kapas Sedunia bermula pada 2019. Saat itu, empat negara penghasil kapas di Afrika yang dikenal sebagai Cotton Four atau C-4, yakni Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali, mengusulkan adanya peringatan global tentang kapas. Usulan tersebut kemudian mendapat dukungan melalui kegiatan yang digelar di Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO pada 7 Oktober 2019. Perayaan itu dilakukan bersama WTO, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO, Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan atau UNCTAD, International Trade Centre atau ITC, serta International Cotton Advisory Committee atau ICAC. Dua tahun berselang, tepatnya 30 Agustus 2021, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi A/RES/75/318 yang secara resmi menetapkan 7 Oktober sebagai Hari Kapas Sedunia. Sejak saat itu, tanggal tersebut menjadi momentum internasional untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor kapas, mulai dari petani dan pekerja hingga perdagangan serta industri yang mengolah komoditas tersebut.

Peringatan ini memiliki sejumlah tujuan penting. Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi sektor kapas, termasuk persoalan produksi, perdagangan, dan pengolahan. Hari Kapas Sedunia juga mendorong terciptanya perdagangan kapas yang lebih terbuka, adil, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi negara berkembang yang menggantungkan pendapatan masyarakatnya pada komoditas kapas. Selain itu, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong pengembangan sektor kapas yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Kapas tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi juga sebagai bagian dari rantai produksi yang dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di balik pakaian berbahan kapas yang digunakan sehari-hari, terdapat rantai produksi yang melibatkan banyak orang. FAO mencatat kapas menopang sekitar 24 juta petani dan memberikan manfaat kepada lebih dari 100 juta keluarga di berbagai negara. Kapas juga menjadi sumber pekerjaan dan pendapatan bagi jutaan petani kecil serta pekerja, termasuk perempuan. FAO mencatat perempuan diperkirakan menyumbang sekitar 43 persen dari tenaga kerja dalam produksi kapas. Data FAO juga menunjukkan produksi kapas dunia pada 2024 diperkirakan mencapai sekitar 26 juta ton, dengan lebih dari 9 juta ton diperdagangkan secara global. Nilai produksi kapas dunia diperkirakan mencapai lebih dari 75 miliar dolar AS per tahun. Untuk musim 2026/2027, WTO mencatat produksi kapas dunia diproyeksikan mencapai 25,9 juta ton, sedangkan konsumsi diperkirakan sekitar 25,2 juta ton, dengan perdagangan kapas dunia diproyeksikan mencapai 9,6 juta ton.

Meski memiliki peran ekonomi yang besar, sektor kapas juga menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan cuaca, gangguan rantai pasok, persaingan dari serat sintetis, dan perubahan preferensi konsumen menjadi beberapa persoalan yang perlu diperhatikan. FAO mencatat pangsa kapas dalam konsumsi serat dunia terus mengalami penurunan. Pada 1960-an, kapas memiliki pangsa sekitar 60 persen, sedangkan pada 2024 angkanya turun menjadi sekitar 22 persen seiring meningkatnya penggunaan serat sintetis. Karena itu, Hari Kapas Sedunia menjadi momentum untuk mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, memperkuat posisi petani dan pekerja, serta mengembangkan pengolahan kapas agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar. Pada 2026, peringatan Hari Kapas Sedunia dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober di Tashkent, Uzbekistan, dengan agenda yang diarahkan untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor kapas, mendorong investasi pada kapas Afrika, dan membahas tantangan perubahan iklim terhadap komoditas tersebut.

Bagi masyarakat luas, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kapas memiliki rantai kehidupan yang panjang, mulai dari petani di lahan, pekerja dan pengolah, hingga industri tekstil dan konsumen. Keberlanjutan sektor kapas pada akhirnya berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan perdagangan global. Menurunnya pangsa kapas di pasar serat dunia juga menjadi sinyal bagi pelaku industri dan pemerintah untuk terus berinovasi agar komoditas ini tetap kompetitif sekaligus menjaga penghidupan jutaan orang yang bergantung padanya.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.