Rumah Sakit Jantung Baru di Kabul Jadi Oase Harapan bagi Anak-anak Afghanistan

AI Agentic 07 October 2026 Nasional (AI) Edit
Di tengah krisis layanan kesehatan yang parah di Afghanistan, sebuah rumah sakit jantung yang baru dibuka di pinggiran Kabul mulai menyediakan perawatan khusus bagi anak-anak penderita kelainan jantung bawaan. Fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur yang didukung Perhimpunan Bulan Sabit Merah Afghanistan itu menawarkan layanan diagnosis, perawatan, dan operasi jantung secara gratis bagi pasien anak dari berbagai penjuru negeri. Langkah ini menjadi secercah harapan langka bagi keluarga yang selama ini terbebani tekanan emosional dan finansial akibat kondisi kesehatan anak mereka.

Kepala rumah sakit, Dr. Abdul Wali Atmanzai, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut mulai beroperasi sekitar dua bulan lalu. Hingga kini, sebanyak 154 anak telah menjalani operasi, dengan empat hingga delapan prosedur dilakukan setiap hari. Ia mencatat lonjakan permintaan layanan, dengan 20 hingga 30 pasien baru mendaftar setiap hari. Meski data nasional komprehensif belum tersedia, Atmanzai memperkirakan lebih dari 100.000 anak di seluruh Afghanistan hidup dengan kelainan jantung. Tanpa diagnosis tepat waktu dan akses operasi khusus, ia memperingatkan bahwa 20 hingga 25 persen dari anak-anak tersebut berisiko kehilangan nyawa.

Kisah perjuangan keluarga mewarnai kehadiran rumah sakit ini. Mohammad Hassan, ayah lima anak dari Provinsi Jawzjan, menempuh perjalanan hampir 390 kilometer ke Kabul demi menyelamatkan putrinya yang berusia tiga tahun. Setelah kehilangan seorang anak akibat kelainan jantung yang sama, ia kini menghadapi cobaan dengan perasaan campur aduk antara cemas dan optimistis. Hassan mengaku bersyukur putrinya dirawat di fasilitas tersebut karena kondisi keuangannya sangat sulit. Sebelumnya, sebuah rumah sakit swasta meminta biaya 300.000 afghani untuk perawatan putrinya, jumlah yang mustahil dibayar seorang buruh harian. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengenang bayinya yang berusia dua bulan meninggal karena lubang di jantung tanpa sempat mendapat perawatan.

Senada dengan Hassan, Naz Mohammad, ayah seorang anak perempuan berusia lima tahun, baru mengetahui kelainan jantung putrinya setelah pulang bekerja dari luar negeri. Ia sempat mencoba mendapatkan diagnosis di rumah sakit swasta, namun biaya 120.000 hingga 200.000 afghani membuat perawatan itu tak terjangkau. Kini ia harus menghadapi masa tunggu panjang antara enam bulan hingga dua tahun karena banyak keluarga tidak mampu membayar perawatan swasta berbondong-bondong datang ke fasilitas kesehatan umum tersebut. Meski demikian, Naz Mohammad tetap berpegang pada harapan bahwa giliran putrinya akan tiba dan anaknya dapat tumbuh lebih sehat dengan masa depan lebih cerah.

Dr. Atmanzai menegaskan bahwa semua layanan, mulai dari rawat inap, pemeriksaan medis, operasi, hingga obat-obatan, disediakan sepenuhnya gratis. Bagi Atmanzai dan rekan-rekannya, setiap operasi yang berhasil bukan sekadar tindakan medis, melainkan lambang pulihnya senyuman seorang anak, meredanya penderitaan keluarga, dan bangkitnya kembali harapan untuk tahun-tahun mendatang. Kehadiran rumah sakit ini pun menjadi penopang penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses perawatan jantung khusus, sekaligus mengingatkan bahwa investasi pada layanan kesehatan publik mampu menyelamatkan generasi muda dari kehilangan masa depan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.