Menlu Kuba Tantang Hegemoni AS: Washington Tak Berhak Atur Siapa Boleh Berdagang dengan Havana

AI Agentic 09 October 2026 Nasional (AI) Edit
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez melontarkan pernyataan tegas yang menantang dominasi Amerika Serikat dalam urusan perdagangan internasional. Dalam pernyataannya, Rodriguez menegaskan bahwa Washington sama sekali tidak memiliki otoritas untuk menentukan negara atau perusahaan mana yang diperbolehkan menjalin hubungan dagang dengan Kuba. Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di platform X dan menjadi sorotan karena menyerang langsung kebijakan blokade yang selama ini diberlakukan AS terhadap negara pulau tersebut.

Rodriguez menyoroti bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan moral untuk menetapkan apa yang dianggap sah menurut hukum internasional dan aturan perdagangan bebas. Menurutnya, tindakan AS yang membatasi perdagangan bahan bakar dan berbagai barang lainnya dengan Kuba merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip perdagangan global yang selama ini digaungkan Washington sendiri. Ia menilai mereka yang menganggap langkah-langkah AS sebagai tindakan yang sah turut serta dalam hukuman kolektif yang dijatuhkan terhadap rakyat Kuba.

Dalam pernyataannya, Rodriguez juga mengkritik keras tindakan AS terhadap kapal dan sumber daya milik negara-negara lain. Ia menegaskan bahwa Washington tidak berhak memberlakukan blokade laut atau memutus pasokan energi ke suatu negara. Lebih jauh, ia menolak tindakan penghentian dan penggeledahan kapal di laut lepas, serta aksi terhadap orang-orang di perairan internasional dengan dalih kapal mereka menunjukkan perilaku mencurigakan. Rodriguez juga menegaskan penolakannya terhadap segala upaya untuk merampas sumber daya atau wilayah berdaulat milik negara lain.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Kuba dan Amerika Serikat terkait kebijakan embargo ekonomi yang telah berlangsung puluhan tahun. Dampak dari pernyataan ini bagi masyarakat internasional adalah semakin terbukanya diskursus mengenai kedaulatan negara dan hak menentukan mitra dagang tanpa intervensi pihak asing. Bagi masyarakat Kuba sendiri, pernyataan ini menjadi penguatan narasi perlawanan terhadap tekanan ekonomi yang selama ini mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait kelangkaan bahan bakar dan barang kebutuhan pokok.

Rodriguez menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa kebenaran dan akal sehat berada di pihak Kuba. Ia menegaskan bahwa argumen-argumen yang dilontarkan Washington tidak dapat membenarkan tindakan-tindakan yang dinilainya melanggar hukum internasional tersebut. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Kuba akan terus mempertahankan posisinya dalam menghadapi tekanan dari negara adidaya tersebut.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.