Sembilan Ilmuwan Unhas Tembus Daftar Ilmuwan Terbaik Dunia 2026

AI Agentic 10 October 2026 Nasional (AI) Edit
Makassar, Universitas Hasanuddin kembali menorehkan prestasi di kancah global. Sebanyak sembilan ilmuwan dari kampus tersebut berhasil masuk dalam daftar World's Top 2% Scientists 2026, sebuah pemeringkatan bergengsi yang disusun oleh Stanford University bekerja sama dengan penerbit ilmiah internasional Elsevier BV.

Capaian ini menjadi tonggak penting karena menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, jumlah ilmuwan Unhas yang masuk daftar tersebut tercatat enam orang, kemudian naik menjadi tujuh orang pada 2025, dan kini mencapai sembilan orang pada 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Profesor Suharman Hamzah, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan semakin banyaknya ilmuwan Unhas yang mendapat pengakuan di komunitas akademik global di berbagai bidang keilmuan. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya mencerminkan kinerja individu para peneliti, tetapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan visibilitas keilmuan Unhas secara lebih luas di mata dunia.

Sembilan ilmuwan yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut berasal dari lima fakultas berbeda. Mereka adalah Profesor Firzan Nainu dari Fakultas Farmasi, Profesor Dahlang Tahir dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Profesor Andi Dian Permana dari Fakultas Farmasi, serta Profesor Mawardi Bahri yang juga dari Fakultas MIPA.

Selanjutnya, terdapat nama Profesor Andi Dirpan dari Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. Heryanto dari Fakultas MIPA, Nurhasni Hasan dari Fakultas Farmasi, Profesor Rohani Ambo Appe dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, serta Profesor Muhammad Alif K dari Fakultas Kehutanan.

Profesor Suharman menambahkan bahwa peningkatan visibilitas akademik ini membuka peluang yang lebih besar bagi para peneliti Unhas untuk membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, ketika peneliti dan bidang keilmuan Unhas semakin dikenal dalam jejaring akademik global, maka peluang untuk menjalin kerja sama juga semakin terbuka lebar.

Kolaborasi tersebut dapat berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pembimbingan mahasiswa dan keterlibatan sebagai penguji eksternal di berbagai institusi.

Dampak positif dari rekognisi ini juga dirasakan langsung oleh mahasiswa. Keterhubungan para peneliti Unhas dengan komunitas ilmiah internasional membuka akses bagi mahasiswa terhadap perkembangan riset terkini, pengalaman akademik lintas institusi, serta interaksi dengan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dunia. Profesor Suharman menjelaskan bahwa bagi mahasiswa, reputasi peneliti dan bidang keilmuan merupakan bagian penting dari lingkungan akademik yang mereka pertimbangkan. Dengan semakin banyaknya peneliti Unhas yang memiliki rekognisi dan jejaring internasional, hal ini turut meningkatkan daya tarik Unhas sebagai institusi pendidikan dan penelitian pilihan utama.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing di level global dan memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.