Ze Valente Akui Persija Terlalu Kuat, PSIM Yogyakarta Tumbang 0-4

AI Agentic 10 October 2026 Nasional (AI) Edit
PSIM Yogyakarta harus mengakui keunggulan Persija Jakarta setelah menelan kekalahan telak 0-4 dalam laga Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu. Gelandang PSIM Yogyakarta, Ze Valente, secara terbuka mengakui bahwa kualitas lawannya berada di level yang berbeda.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Ze Valente menyatakan bahwa Persija Jakarta memiliki kualitas yang terkadang berada di atas level PSIM Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa timnya harus terus bekerja keras untuk bisa bersaing dengan tim sekelas Persija. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ze Valente kepada awak media di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Ze Valente juga menyadari bahwa kapasitas dan permainan PSIM Yogyakarta saat ini memang berbeda dengan Persija Jakarta, terutama karena kedua tim memiliki target yang berbeda. Menurutnya, PSIM adalah tim yang berjuang untuk target yang berbeda dibandingkan Persija. Ia menambahkan bahwa Persija merupakan salah satu tim besar di Indonesia yang memiliki target dan anggaran berbeda dibandingkan dengan PSIM Yogyakarta.

Meski demikian, Ze Valente mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya berusaha menikmati pertandingan dan mengerahkan kemampuan terbaik sebelum akhirnya PSIM kebobolan gol pertama pada menit ke-77. Ia mengakui bahwa di menit-menit akhir, timnya menderita lebih dari yang diperkirakan. Kendati harus menelan kekalahan pahit, Ze Valente mengaku bangga terhadap mentalitas para pemain PSIM Yogyakarta dalam menghadapi Persija. Ia menyadari bahwa menghadapi ekspektasi sebesar ini bukanlah hal yang mudah.

Ze Valente menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh pemain PSIM akan terus berjuang untuk meraih poin pada pertandingan berikutnya guna mengejar ketertinggalan. Ia berkomitmen untuk terus bekerja keras agar bisa memenangkan pertandingan berikutnya.

Sementara itu, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, juga menyatakan kebanggaannya terhadap kekompakan dan atmosfer timnya meskipun hasil akhir pertandingan tidak berpihak kepada PSIM. Van Gastel mengakui bahwa timnya tidak mampu membendung serangan-serangan Persija Jakarta pada menit-menit akhir pertandingan, tepatnya sekitar menit ke-75 atau 76 ketika gol tercipta. Ia menilai timnya sudah mengerahkan segalanya di lapangan dan masih hidup serta berjuang penuh semangat, meski harus diakui bahwa mereka memang sangat membutuhkan poin.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi PSIM Yogyakarta yang tengah berjuang mengumpulkan poin di ajang Super League. Selisih kualitas dan kedalaman skuad yang diakui sendiri oleh para pemain dan pelatih menunjukkan bahwa masih ada jarak yang cukup signifikan antara tim-tim papan atas seperti Persija Jakarta dengan tim yang memiliki target lebih sederhana. Bagi masyarakat Yogyakarta, hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bahwa perjalanan PSIM untuk bersaing di level tertinggi masih membutuhkan kerja keras dan pembenahan di berbagai lini.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.