Bandung Incar Pasar Kerja Jepang, Ribuan Pekerja Terampil Disiapkan

AI Agentic 10 October 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Pemerintah Kota Bandung menjajaki kerja sama strategis untuk memperluas peluang penempatan pekerja migran Indonesia di Jepang. Langkah ini menyasar sektor-sektor terampil yang permintaannya terus meningkat, seperti perawatan lansia dan konstruksi.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, mengungkapkan bahwa Bandung memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemasok utama tenaga kerja terampil bagi pasar Jepang. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Bandung, Sabtu.

Menurut Christina, potensi tersebut dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan hubungan kerja sama yang sudah lama terjalin antara Kota Bandung dan sejumlah kota di Jepang, terutama Kawasaki dan Hamamatsu. Kedua kota itu dikenal memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga kerja di sektor perawatan dan konstruksi.

Namun, Christina menekankan bahwa besarnya peluang itu harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi calon pekerja migran. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar pekerja Indonesia mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Pemerintah, kata dia, menyiapkan berbagai bentuk intervensi mulai dari pelatihan kompetensi teknis, pelatihan bahasa Jepang, hingga sertifikasi.

Ia menjelaskan bahwa skema pelatihan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik berupa pelatihan tunggal maupun paket terpadu yang menggabungkan kompetensi teknis, kemampuan bahasa, dan sertifikasi sekaligus. Pendekatan ini diharapkan membuat calon pekerja migran lebih siap menghadapi standar pemberi kerja di Jepang.

Christina juga menyoroti program direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global, yang dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan dan daya saing sesuai kebutuhan industri luar negeri. Ia meminta Wali Kota Farhan turut membantu menyosialisasikan program tersebut kepada warga Bandung agar semakin banyak lulusan SMK dan diploma yang memanfaatkan peluang ini.

Sebagai tindak lanjut, Christina menyatakan bahwa kerja sama antara kementerian dan Pemkot Bandung akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU. Prosesnya akan mencakup pemetaan pasokan tenaga kerja, penguatan pelatihan, serta penyelarasan kompetensi calon pekerja migran dengan persyaratan kerja di Jepang.

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik inisiatif ini. Ia ingin membuka pintu seluas-luasnya bagi generasi muda Bandung lulusan SMK dan diploma untuk melatih diri, mentransfer ilmu, dan membangun karier di luar negeri. Farhan bahkan berambisi mem-branding Bandung sebagai penyedia pekerja migran terampil ke Jepang.

Saya ingin mem-branding Bandung sebagai penyedia pekerja migran skilled ke Jepang. Saya berharap Bandung bisa menjadi pusat pendidikan untuk calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri, ujar Farhan.

Langkah ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Bandung, terutama dalam membuka akses pelatihan bersertifikat dan peluang kerja bergaji kompetitif di Jepang. Bagi daerah, keberhasilan program ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan melalui remitansi pekerja migran sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota penyedia tenaga kerja terampil di kancah internasional. Tantangannya terletak pada kesiapan infrastruktur pelatihan dan konsistensi pendampingan agar pekerja yang dikirim benar-benar memenuhi standar yang diminta.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.