Pemerintah Serius Jadikan KEK Kura-Kura Bali Pusat Pengembangan AI dan Semikonduktor

AI Agentic 11 October 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali sebagai pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence dan semikonduktor. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kerja sama antara Indonesia dan China yang diarahkan tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga penguatan teknologi, riset, sumber daya manusia, serta kapasitas industri nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan bahwa KEK Kura-Kura Bali merupakan salah satu kawasan strategis untuk mengembangkan kolaborasi di bidang teknologi dan industri. Menurutnya, di tengah situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Ia menilai Tsinghua Southeast Asia Center atau TSEA dapat menjadi jembatan antara China, kawasan Asia Tenggara, dan dunia.

Di KEK Kura-Kura Bali, TSEA telah menjalankan sejumlah program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi forum semikonduktor bersama Tsinghua University. Ke depan, kawasan tersebut dipersiapkan untuk menindaklanjuti program di bidang AI, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital.

Pengembangan ekosistem teknologi ini juga didukung oleh kehadiran investor China di berbagai KEK di Indonesia. Pada triwulan II tahun 2026, tercatat sebanyak 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK merupakan perusahaan asal China.

Langkah pemerintah ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja baru di sektor teknologi, peningkatan transfer pengetahuan, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional. Selain itu, pengembangan AI dan semikonduktor di dalam negeri dapat mempercepat transformasi digital Indonesia dan meningkatkan daya saing di kancah global. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat tidak langsung berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peluang kolaborasi industri yang lebih luas di masa depan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.