Bali Terpilih Jadi Tuan Rumah Rapat Global WRI 2027, Diakui Dunia karena Komitmen Turunkan Emisi

AI Agentic 11 October 2026 Nasional (AI) Edit
Denpasar, Bali menjadi sorotan dunia internasional. World Resources Institute Indonesia resmi menetapkan Pulau Dewata sebagai lokasi rapat tahunan dewan pengurus global yang akan digelar pada Juli 2027 mendatang. Keputusan ini bukan tanpa alasan, sebab Bali dinilai memiliki komitmen kuat dalam menurunkan emisi karbon dan menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Anggota Dewan Pembina WRI Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, mengungkapkan bahwa pemilihan Bali didasarkan pada status provinsi tersebut sebagai etalase nyata bagi daerah yang sungguh-sungguh berupaya mencapai target emisi nol bersih pada 2045 melalui rencana aksi daerah yang jelas. Menurutnya, dewan pembina dari seluruh global board WRI, sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional terkemuka di bidang iklim dan keberlanjutan, akan bertemu di Bali pada Juli tahun depan.

WRI Indonesia mencatat sejumlah program transisi telah berjalan di Pulau Dewata, termasuk inisiatif pengembangan kawasan rendah emisi yang dirintis dari wilayah Sanur dan lima titik lainnya. Pertemuan tingkat tinggi tersebut direncanakan dihadiri sekitar 15 hingga 20 anggota Dewan Global WRI yang berkedudukan di Washington DC dengan latar belakang multinasional. Jajaran dewan pengurus internasional itu nantinya diisi para profesional dari sektor bisnis serta tokoh-tokoh berpengalaman luas sebagai pembuat kebijakan publik. Selain para petinggi dewan global, agenda strategis ini juga akan mendatangkan para direktur negara dari 12 wilayah tempat WRI aktif menjalankan program operasionalnya.

Mari Elka berharap kehadiran perwakilan dari berbagai negara seperti Tiongkok, Brazil, dan India mampu memperluas gaung praktik pembangunan berkelanjutan yang sedang diterapkan di Provinsi Bali. Ia menegaskan bahwa mereka memilih Bali karena pulau ini merupakan etalase bagi daerah yang sangat berkomitmen terhadap emisi nol bersih dan memiliki rencana aksi yang dapat dilihat secara langsung.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut hangat rencana tersebut dengan menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan dukungan penyelenggaraan. Ia menilai pertemuan ini sangat selaras dengan kebijakan Pemprov Bali untuk menjaga alam yang bersih dan berkelanjutan, sehingga pihaknya dengan senang hati menerima informasi ini dan akan mendukung penuh.

Pemerintah daerah menilai momentum pertemuan internasional itu selaras dengan visi pembangunan berwawasan lingkungan yang selama ini konsisten dijalankan di tingkat lokal. Lewat kehadiran dan dukungan lembaga riset dunia itu, Gubernur Koster akan memanfaatkannya untuk menggencarkan kampanye pembangunan ramah lingkungan yang jauh lebih progresif ke depannya. Agenda kampanye lanjutan itu mencakup perluasan pemanfaatan energi bersih, transisi penggunaan transportasi hijau, optimalisasi sistem pertanian organik, hingga pengetatan pengendalian sampah plastik. Koster meyakini kehadiran para tokoh lingkungan global ini tidak sekadar membantu mempromosikan daerah di kancah internasional, tetapi juga mengukuhkan posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang terhormat.

Dampak bagi masyarakat Bali sendiri sangat signifikan. Penetapan Bali sebagai tuan rumah rapat global WRI membuktikan bahwa upaya lokal dalam mengurangi emisi karbon mendapat pengakuan internasional. Hal ini berpotensi mendorong percepatan penerapan energi bersih dan transportasi hijau di kehidupan sehari-hari warga. Selain itu, status Bali sebagai etalase pembangunan berkelanjutan dapat memperkuat sektor pariwisata berbasis lingkungan yang pada akhirnya membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.