Presiden Pilih Sumsel sebagai Lokasi Uji Coba Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap
Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan kabut asap yang melanda Sumatera Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan. Presiden secara khusus menetapkan wilayah tersebut sebagai prioritas dalam penerapan teknologi modifikasi cuaca menggunakan dry ice atau es kering untuk mengurai kabut asap yang selama ini menyelimuti langit Sumsel.
Teknologi dry ice ini dirancang untuk membongkar lapisan inversi di atmosfer, yakni kondisi ketika lapisan udara hangat terperangkap di atas lapisan udara dingin sehingga asap tidak dapat naik dan menyebar, melainkan menumpuk di permukaan. Dengan menembakkan dry ice ke lapisan tersebut, diharapkan struktur atmosfer dapat terbuka dan asap dapat terdorong ke atas lalu tersebar, sehingga kualitas udara di wilayah terdampak bisa segera membaik.
Langkah ini menjadi penting mengingat dampak kabut asap yang sangat luas bagi masyarakat. Kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas penerbangan dan transportasi darat akibat jarak pandang yang terbatas, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan pernapasan warga, terutama anak-anak dan lansia. Sekolah-sekolah pun berpotensi diliburkan, sementara aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhambat. Uji coba dry ice di Sumatera Selatan ini pun menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya mencari solusi yang lebih efektif dan berbasis teknologi dalam menangani bencana asap yang berulang setiap tahun.
Informasi ini disampaikan melalui laporan yang melibatkan Winda Tri Agustina, Fahrul Marwansyah, dan Winanto, yang melaporkan langsung mengenai perhatian khusus Presiden terhadap penanganan kabut asap di Sumatera Selatan melalui inovasi dry ice tersebut.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.